Kuningan, MI.com — Prestasi membanggakan ditorehkan para santri Kabupaten Kuningan pada ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Barat. Sebanyak tujuh santri dari berbagai pondok pesantren sukses meraih gelar juara, tiga diantaranya akan mewakili Jawa Barat di tingkat nasional yang digelar di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Penghargaan kepada para juara diserahkan langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., usai Apel Pagi di Halaman Kantor Setda, Kompleks Kuningan Islamic Centre, Senin (11/8/2025).
“Selamat kepada anak-anakku semua yang telah meraih prestasi gemilang. Ini bukan hanya kebanggaan untuk Kuningan, tetapi juga untuk Jawa Barat. Semoga menjadi motivasi untuk terus berprestasi di tingkat nasional,” ujar Bupati.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
Para peraih prestasi MQK Jabar 2025 :
- Juara 1 Nahwu Wustho Putra: Anas Abdillah (Ponpes Al Kautsar)
- Juara 1 Akhlak Ulya Putra: M. Khotib Maulana (Ponpes Al Kautsar)
- Juara 1 Akhlak Ulya Putri: Ai Amaliah (Ponpes Al Kautsar)
- Juara 2 Akhlak Ulya Putra: M. Dekha Ainuridh (Ponpes Al Madani)
- Juara 2 Fiqih Wustho Putri: Resti Widiarti (Ponpes Al Ikhlas)
- Juara 3 Fiqih Wustho Putra: Nova Dwiansyah (Ponpes Al Madani)
- Juara 3 Fiqih Ulya Putri: Nada Mujtabarobbuh (Ponpes Al Kautsar)
Bupati menyampaikan rencana untuk bersilaturahmi ke pondok-pondok pesantren yang telah melahirkan para juara. “Kita patut bangga, karena prestasi ini dihasilkan dari kerja keras dan pembinaan yang konsisten,” imbuh dia.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan jajaran perangkat daerah untuk meningkatkan kedisiplinan, menjaga kebersihan lingkungan kantor, serta mempersiapkan peringatan HUT ke-80 RI dan Hari Jadi Kuningan ke-527. Ia juga mengajak seluruh OPD dan kecamatan menggelar lomba-lomba yang mempererat kebersamaan.
Meski APBD terbatas, Bupati meminta semangat pengabdian harus tetap menyala. “Bukan besar kecilnya anggaran yang menentukan keberhasilan, tapi besar kecilnya semangat kita untuk mengabdi,” tegasnya. (Tan)*
