Kuningan, MI.com — Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang unggul dan peduli masyarakat.
Salah satu upayanya, pada 17 dan 22 Oktober 2025, UBHI melaksanakan praktek Belajar Mengajar di IPWL Rumah Tenjo Laut, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini mengangkat materi Keperawatan dalam Rehabilitasi Napza sebagai bagian dari program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkotika), hasil kerja sama UBHI dengan BNN.
Kegiatan ini dimotori oleh Novy Khusnul Khotimah, S.I.Kom., M.A., Dosen Praktisi Keperawatan sekaligus Humas BNNK Kuningan. Narasumber dalam sesi ini adalah Juju Junaedi, Ketua Yayasan Tenjo Laut, beserta para konselor yang berpengalaman menangani klien napza.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Mahasiswa Keperawatan UBHI yang mengambil mata kuliah Keperawatan dalam Penyalahgunaan Napza terlibat aktif, mendapatkan kesempatan belajar langsung dari praktik rehabilitasi nyata.
Rumah Tenjo Laut dikenal sebagai salah satu fasilitas rehabilitasi berbasis masyarakat terbaik di wilayah Ciayumajakuning. Yayasan ini menonjolkan manajemen yang rapi dan tertata, lingkungan yang nyaman, serta pendekatan yang humanis sehingga klien merasa aman dan didukung selama proses rehabilitasi.
Rumah Rehab Tenjo Laut dilengkapai fasilitas modern dan suasana mendukung dalam pemulihan korban Nafza, membuat mahasiswa dapat mempelajari metode rehabilitasi secara komprehensif sekaligus memahami tantangan dan pengalaman para mantan pecandu napza.

Juju Junaedi, Ketua Yayasan Tenjo Laut menjelaskan terkait keberadaan IPWL Rumah Tenjo Laut kepda mahasiswa program Keperawatan UBHI (kiri). Dosen UBHI Novy Husnul Khotimah dan mahasiswa UBHI memberikan cinderamata kepada Juju Junaedi (kanan).
Sebagai kampus kesehatan terdepan, UBHI menekankan pentingnya pengalaman praktik bagi mahasiswa. Program ini memberi mereka pemahaman mendalam mengenai metode rehabilitasi dan peran penting tenaga keperawatan dalam penanganan penyalahgunaan napza. Tak hanya teori, mahasiswa juga belajar langsung dari praktik nyata yang dilakukan di fasilitas rehabilitasi profesional.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata UBHI dalam mendukung pendidikan anti narkotika sekaligus meningkatkan kualitas tenaga profesional di bidang rehabilitasi napza,” ujar Novy Husnul Khotimah.
Dengan kegiatan seperti ini, UBHI terus memperkuat posisinya sebagai kampus kesehatan yang peduli, sekaligus menyoroti keunggulan Yayasan Tenjo Laut sebagai lembaga rehabilitasi berbasis masyarakat yang profesional dan nyaman bagi klien. (Tan)
