Kuningan, MI.com — Kantor Pusat Bimbingan Konseling Karir dan Kesehatan (KPBK3) Universitas Kuningan (Uniku) sukses menggelar pembekalan dan Sertifikasi Google bagi Dosen Pembimbing Akademik (DPA) Tahun 2025. Acara dibuka oleh Rektor Uniku Prof. Dr. H. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., di Gedung Students Centre Iman Hidayat Kampus 1 Uniku, Rabu (12/11/2025).
Ketua Panitia Penyelenggara Dr. Dadang Solihat, M.Pd.BI., mengatakan, kegiatan ini hasil kolaborasi sinergi antara Uniku melalui KPBK3 dengan PT Aktara dan Google. Tahun ini diikuti oleh 62 dosen pembimbing akademik.” ucap mantan Wakil Dekan I FKIP.
“Tujuan pembekalan ini secara keilmuan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dan dapat memberikan yang terbaik untuk anak – anak kita para mahasiswa,” ucapnya.
Baca juga :
- Ribuan Jamaah Salat Ied di Masjid Jami Kampus I UMK Kuningan
- Ribuan Ranmor Arus Balik Padat Merayap Kuningan-Cirebon Ditempuh 3 jam
- Hikmah Bulan Suci Ramadan Yang Penuh Berkah
- Mudik Bukan Sekadar Pulang Kampung, BRIN Ungkap Makna Sosial dan Budayanya
Rektor Uniku Prof. Dikdik Harjadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia dalam hal ini KPBK3 sudah menggelar kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat untuk civitas akademika Uniku.
“Ini salah satu upaya ikhtiar kita untuk terus berusaha dan berbenah diri menyiapkan kampus yang unggul dengan menciptakan lulusan yang berkualitas dan go internasional,” ucap Rektor 2 periode ini.
“Semoga, seluruh dosen PA Uniku dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mewujudkan kampus Uniku yang unggul, go internasional dan lulusan yang berdaya saing dan memiliki kualitas,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus YPSAK Drs. Uri Syam, SH., MH., mengatakan, tugas seorang dosen itu bukan hanya sebagai pengajar saja, melainkan sebagai seorang peneliti dan pengabdian kepada masyarakat.
“Dosen harus mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta dituntut untuk membimbing mahasiswa, mengarahkan dan memotivasi mahasiswa agar dapat memiliki kualitas sehingga bisa langsung diterima di dunia industri atau kerja,” ujar Uri Syam. (H Wawan Jr)
