Namun narasi ini gagal menyentuh tiga hambatan mendasar yang justru menahan transisi energi hijau di Indonesia, terang Maun Kusnandar dari Ciremai Resillience Initiative dalam press rilisnya.

.Jika geotermal adalah pondasi ketahanan energi, mengapa perkembangannya stagnan? Jawabannya terletak pada dilema ekonomi, risiko lingkungan yang tidak terbahas, dan kelemahan regulasi yang belum tuntas di Senayan.

Dilema Ekonomi: Modal Besar vs Keengganan PLN

H.  Rohkmat Ardiyan menyebut bahwa pengembangan geotermal terhambat oleh skema investasi dan modal besar, serta membutuhkan “keberpihakan kebijakan pemerintah.”

Baca juga :

Masalah utama geotermal bukanlah ketersediaan modal, melainkan Harga Jual Beli Listrik (HJB). Investasi panas bumi memang jangka panjang dan berisiko tinggi (high-risk, high-capital).

Namun, Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pembeli tunggal sering kali enggan membeli listrik dari geotermal pada harga yang menarik bagi investor.

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *