Kuningan, MI.com — Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) hadir di Kuningan dengan dikukuhkannya pengurus FOBI Kabupaten Kuningan, di Teras Pendopo Kuningan, Selasa (16/12/2025).
“Pengukuhan kepengurusan FOBI ini menandai masuknya Barongsai sebagai bagian resmi ekosistem olahraga daerah berbasis budaya,” terang Ketua FOBI Kabupaten Kuningan Arief Komara, kepada awak media Selasa (16/12).
Momentum itu sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam membuka ruang olahraga yang inklusif dan berakar pada keberagaman budaya. Kehadiran FOBI Kuningan memperluas definisi olahraga prestasi yang selama ini identik dengan cabang-cabang konvensional.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Bupati Kuningan Dian Rahmat Yanuar menegaskan, barongsai memiliki nilai lebih karena menggabungkan kekuatan fisik, seni gerak, konsentrasi, serta kerja kolektif. Menurutnya, olahraga semacam ini relevan untuk membangun karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan menghargai keberagaman.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar dan Wabup Tuti Andriani bersama ketua POBI Arif Komara menabuh gamelan pengiring Atraksi Barongsai saat pengukuhan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kab. Kuningan di Teras Pendopo, Selasa (16/12/2025).
“Barongsai adalah contoh, bahwa olahraga bisa menjadi ruang pemersatu. Ini bukan milik kelompok tertentu, tetapi milik masyarakat Kuningan secara keseluruhan,” tegasnya.
Pemkab Kuningan mendorong FOBI agar tidak hanya berorientasi pada kejuaraan, tetapi juga menjadikan barongsai sebagai media edukasi, pembinaan usia dini, serta penguatan identitas daerah. Kolaborasi dengan sekolah dan komunitas seni menjadi salah satu fokus yang diharapkan segera direalisasikan.
Ketua FOBI Kabupaten Kuningan, Arief Komara, menyampaikan, organisasi ini akan memulai langkah dengan membangun fondasi kelembagaan yang kuat, termasuk tata kelola organisasi, standar pembinaan, serta pengembangan sumber daya manusia barongsai. (H. Wawan Jr)
