Cibingbin, MI.com — Berawal dari ambruknya tembok penahan tebing (TPT) di belakang rumah Abah Suha (75), berimbas rumahnya juga ambruk, Selasa (23/12/2025) pukul 21.30 WIB. Rumah abah Suha dihuni oleh 3 jiwa, terletak di Dusun Sukasari RT 03 RW o2 Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.
Keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, pada hari Selasa (23/12) terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dari pukul 15.00 hingga 20.00 WIB, menyebabkan tembok penahan tebing (TPT) sepanjang 8 meter, tinggi 2 meter dan lebar 50 cm, ambruk.
Baca juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
Dampak dari TPT ambruk, TPT mengakibatkan pondasi rumah bergeser, berdampak tembok dan atap rumah seluas 70 M² atau berukuran panjang 10 meter dengan lebar 7 meter, itupun ambruk. TPT yang ambruk itupun mengacam rumah Udin, tetangganya yang dihuni oleh 1 KK dengan 3 jiwa.
“Dampak dari pergeseran TPT dan pondasi rumah, mengakibatkan tembok dan atap rumah korban ambruk,” terang Indra Bayu.
Aparat Desa Sukamaju berkoordinasi dengan Aparat Kecamatan Cibingbin, TNI, Polri, DPUTR Kuningan, Dinas Sosial, dan BPBD Kuningan. Rabu (24/12) pagi, pemilik rumah bersama warga sekitarnya langsung melakukan pembersihan material tembok dan atap yang ambruk.

Rumah Abah Suha di Dusun Purwasari RT 03/02 Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Selasa (23/12) malam, ambruk. Petugas BPBD Kabupaten Kuningan menyerahkan bantuan logistikik keada korban (tengah)
“Kami dari BPBD Kabupaten Kuningan, telah menerjunkan Team Assesment dan memberikan bantuan logistik kepada korban.” terang Indra Bayu.
Korban saat ini membutuhkan material bahan bangunan untuk membangun kembali rumah, dan TPT yang ambruk.
Karena rumah korban rusak berat, sehingga tidak dapat digunakan. Untuk sementara, keluarga Abah Suha mengungsi salah satu rumah anaknya, Waryadi (57) yang dihuni oleh 3 jiwa dan masih berada dalam satu RT. (Tarman)*
