Kuningan, MI.com — Sanggar Panineungan Desa Bayuning Kecamatan Kadugede unjuk kebolehan mengisi acara Heman Ka Budak (HKB) saat Car Free Day (CFD) di Jalan Siliwangi Kuningan, Minggu (28/12/2025).
Pada acara itu, Sanggar Seni Panineungan pimpinan Drs Aa Jaenudin menampilkan beberapa seni kreasi seperti tari topeng, tayuban, dan lainnya yang melibatkan anak-anak dan remaja.
Penampilan itu pun sangat menghibur dan mendapat apresiasi para penonton sekaligus penikmat CFD. Anak-anak sangat kompak dalam menari, maklum mereka dibina secara rutin oleh sang mentor ibu Indriyani yang juga penari Tari Topeng
Aa Jaenudin aktif di dunia seni budaya tradisional bersama para mantan camat mengaku bangga. “Alhamdulillah berkat kerjasama dan dorongan aktif dari para mantan camat di Kabupaten Kuningan, sanggar seni Panineungan tetap eksis kini, dan kerap mengisi acara pentas maupun undangan.” ucap mantan Camat Cipicung dan Camar Ciniru ini.
Baca juga :
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
Harapannya ke depan, Sanggar Seni yang dipimpinnya bisa melahirkan para penari profesional. Apalagi keberadaan Sanggar seni kami mendapat dukungan dari kepala Desa Bayuning bersama perangkat desa dan BPD,. “Mereka sangat respon dan mensuport kami, terutama dalam pelatihan dengan mengantar anak-anaknya untuk berlatih.” ungkap Ketua DPK Kosgoro Kabupaten Kuningan ini.
Ia pun sangat berterima kasih kepada rekan mantan camat yang sangat mendukung Sanggar Seni pimpinanya, terutama pak Yanuar Suyono, Toto Suprapto, Ahmad Wiraatmadja, dan Hj. Atik Suhartiati, SE, M.Si,. Mereka selalu aktif memberikan bimbingan agar anak-nak terus berlatih dan naik pentas untuk unjuk kabisa.” imbuh dia.

Aa Jaenudin, Deden Lokananta, Indriyani dan Ahmad Wiraatmadja sedang menampilkan tarian Tayuban
Pentas seni itupun dihadiri pula sesepuh Kuningan, H. Sanis Gozali yang sengaja datang ke Kuningan dari Jakarta untuk menyaksikan anak-anak pentas. “Alhamdulillah anak-anak kami sungguh sangat berbangga hati bisa tampil berekpresi mengisi hiburan sekaligus menghibur masyarakat, khususnya penonton CFD.” ucap dia.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada guru tari Ibu Indriyani. Begitu pun kepada Pak Bupati Kuningan, serta Abah Deden Lokananta dan Dodon Sugiarto inisiator HKB yang telah memberikan ruang kreasi untuk anak-anak pentas seni ini.
Pembina Sanggar Seni Panineungan, Yanuar Suyono mengungkapkan, bahwa dirinya sangat mendukung upaya pelestarian seni budaya tradisional, yang harus dipertahankan dengan mengajarkan kepada anak-anak. (Tan)**
