1. Tauhid: Menanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberi solusi.
  2. Tasbih: Senantiasa mensucikan dan berprasangka baik atas segala ketentuan Allah.
  3. Kejujuran: Mengakui segala kekhilafan dan dosa sebagai pintu pembuka ampunan.

“Dengan ketiga sikap tersebut, seorang hamba tidak akan mudah berputus asa. Ketenangan batin akan hadir, dan jalan keluar akan terbuka bagi mereka yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri,” ujar Ust. Reyazul.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dusun Pahing, Ade Kusmana, beserta ulama setempat. KUA CIlimus berkomitmen penuh untuk hadir lebih dari sekadar urusan administrasi pernikahan atau keagamaan.

“Kami ingin memperkuat peran KUA dalam pembinaan spiritual masyarakat. Turunnya penghulu dan penyuluh ke masjid-masjid adalah cara kami mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memastikan pesan-pesan agama yang menyejukkan sampai ke seluruh lapisan jamaah,” ungkap pihak KUA melalui laporan kegiatan tersebut.

Masyarakat Desa Bojong menyambut positif program ini. Khutbah yang disampaikan dengan bahasa lugas dan menenangkan dinilai sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini. Melalui agenda rutin ini, KUA Cilimus berharap dapat membangun masyarakat yang tangguh secara mental dan kuat secara iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. (Muslihudin)

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *