Kuningan, MI.com — Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Masa Jabatan 2026-2030, di Gedung Student Centre Iman Hidayat, Senin (5/1/2026). Dengan dilantiknya Dr Ana, ia menjadi rektor wanita pertama di Uniku yang sebelumnya selalu laki-laki.
Dalam pidato perdananya, ia menegaskan komitmen untuk membawa UNIKU memasuki fase strategis menuju Visi UNIKU 2035. Ia menilai lima tahun ke depan sebagai masa krusial bagi penguatan peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Pada masa kepemimpinannya, Dr. Anna mengusung visi “Kampus Berdampak”, yakni menjadikan UNIKU tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tugas kita bersama adalah membangun reputasi UNIKU sebagai universitas unggul dengan rekognisi nasional dan internasional. Kampus harus hadir dan memberdayakan masyarakat berbasis potensi lokal serta inovasi,” ujarnya.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Untuk mewujudkan visi tersebut, Dr. Anna memaparkan lima pilar transformasi strategis, antara lain penguatan keunggulan akademik melalui riset dan publikasi internasional, pengembangan infrastruktur berkelanjutan yang ramah lingkungan, serta penguatan program pengabdian masyarakat dan inkubasi UMKM.
Selain itu, percepatan peningkatan kualifikasi dosen hingga jenjang doktor dan guru besar, serta penerapan tata kelola berbasis teknologi informasi yang transparan dan akuntabel menjadi prioritas utama.
Dr. Anna juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang terbuka dan berbasis data. Menurutnya, kemajuan institusi hanya dapat dicapai melalui integritas, kolaborasi, dan partisipasi seluruh sivitas akademika.

Sementara itu, Prof. Dr. Dikdik Harjadi dalam pidato perpisahannya menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna kepemimpinan di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan spiritual.
“Jabatan ini bukan simbol kehormatan, tetapi amanah yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Setiap kebijakan dan keputusan akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya mengungkapkan.
Prof. Dikdik juga mengapresiasi kontribusi seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah bersama-sama membangun UNIKU selama masa kepemimpinannya. Menurutnya, capaian institusi merupakan hasil kerja kolektif, bukan kerja individu semata.
Menutup sambutannya, ia menitipkan pesan agar kepemimpinan UNIKU ke depan tetap menjunjung tinggi nilai integritas, kepedulian, dan keberlanjutan. Pergantian kepemimpinan, lanjutnya, merupakan bagian dari dinamika alami organisasi untuk terus tumbuh dan berkembang.
Prosesi serah terima jabatan tersebut menjadi penanda berlanjutnya estafet kepemimpinan UNIKU dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak pendidikan dan pembangunan daerah. (Tan)
