Kuningan, MI.com — Politeknik Kesehatan KMC Kuningan menggelar wisuda perdana di Grand Hotel Cordela Kuningan, Rabu (21/1/2026), untuk program Studi Gizi dan Fisioterapi jenjang D III.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kuningan mengatakan, arti pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memuliakan manusia dan membangun kualitas sumber daya manusia.
Bupati menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar penanda kelulusan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Ilmu yang diperoleh para lulusan, menurutnya, merupakan amanah yang harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya tentang lulus atau tidak lulus, tetapi lahirnya tanggung jawab baru. Ilmu itu bukan milik pribadi, melainkan amanah sosial,” tegasnya.
Baca juga :
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
Menurut Bupati Dian, bahwa pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik atau angka statistik, tetapi dari sejauh mana pembangunan tersebut memuliakan manusia. Dalam konteks itu, profesi ahli gizi dan fisioterapis dinilai sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Ia menjelaskan, ahli gizi memiliki peran penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat melalui edukasi dan intervensi gizi seimbang. Sementara fisioterapis berkontribusi memulihkan fungsi tubuh, menyambung kembali harapan, dan mengembalikan produktivitas masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.
“Ananda semua adalah penjaga keseimbangan kehidupan manusia. Ketika seseorang kembali pulih dan berfungsi, di situlah harkat dan martabat manusia ditegakkan,” ujarnya.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama pimpinan Poltekkes KMC dan perwakilan wisudawan saat wisuda perdana di Hotel Grand Cordela Kuningan, Rabu (21/1/2026)
Bupati menyinggung tantangan yang dihadapi Pemkab Kuningan, khususnya dalam kondisi fiskal dan pembangunan sektor kesehatan. Namun ia optimistis, dengan sinergi seluruh pihak dan hadirnya tenaga kesehatan muda yang berkompeten, Kuningan akan mampu sejajar dengan daerah lain.
Ia berharap Poltekes KMC Kuningan terus berkembang menjadi pusat lahirnya tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berkarakter, beretika, serta memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.
Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri Kuningan (YWIM) Drs. H. Momon Rochmana, M.M., menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kuningan atas dukungan Pemda, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus. Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar, menjunjung tinggi soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan cinta profesi, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Wisuda dihadiri pula anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Golkar, H. Dudy Pamuji, SE., M.Si, unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Poltekkes KMC Kuningan, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati. (Tan)**
