Jalaksana, MI.com — Penyuluh Agama KUA Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Oni Sahroni, Dedi Samsuri, Aan Nurhasanah, dan Juju Maelasari melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 1 Jalaksana pada Selasa (27/1/2026).
Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut program sertifikasi halal melalui aplikasi SIHALAL yang sedang berlangsung, sekaligus untuk menyosialisasikan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).
Dalam giat tersebut, para penyuluh menyampaikan tujuan dan konsep program BRUS yang difokuskan pada pembinaan karakter remaja agar menjadi generasi Qur’ani, berakhlak mulia, serta memiliki kemandirian dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Program ini dirancang khusus bagi peserta didik usia sekolah dan dilaksanakan secara terjadwal melalui kerja sama antara KUA dan pihak sekolah.
Baca juga :
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
“Sosialisasi BRUS ini bertujuan membentuk remaja yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik, berkarakter Qurani, serta mandiri. Kami juga menawarkan fleksibilitas waktu pelaksanaan agar dapat menyesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah,” ujar Oni Sahroni, salah satu Penyuluh KUA Jalaksana.
Kepala SMPN 1 Jalaksana, Hj. Elin Linawati, M.M.Pd., menyambut baik program tersebut dan menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk mendukung pelaksanaannya. Ia menilai program BRUS sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kami sangat terbuka dan memberikan ruang yang cukup luas bagi KUA Jalaksana untuk melaksanakan program pembinaan keagamaan di sekolah, karena ini sangat positif bagi perkembangan karakter siswa,” ungkap Hj. Elin.
Melalui kunjungan dan sosialisasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara KUA Jalaksana dan SMPN 1 Jalaksana dalam mendukung pembinaan keagamaan dan karakter peserta didik, sehingga tercipta generasi muda yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing. (Juju Maelasari)*
