Penulis : Tanu Sukma, SH. – Wartawan Madya Dewan Pers
Kuningan, MI.com — Rawan kecelakaan dan kurang nyaman, ruas jalan Kedungarum – Perempatan Ciporang, dan Perempatan Ciporang – Nyak Dhin di wilayah Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, dinilai perlu membangun flyover atau jalan layang.
Kecelakan yang menghebohkan terjadi pada 14 Juni 202 lalu di Tanjakan Ciporang setelah menurun tajam dari arah Desa Kedungarum Kecamatan Kuningan.
Saat itu, truk bernopol E 9344 C yang mengangkut jelly mengalami kecelakaan di Tanjakan Ciporang, sementara sopirnya kabur entah kemana. Tragisnya ketika truk tak kuat nanjak, malah mundur dan menimpa bengkel yang ada penghuninya hingga tewas. Korban adalah Andris (24) mekanik di bengkel tersebut. Ia meninggal saat penanganan medis di RSU Wijaya Kusumah.
Baca juga :
- 5 Poin Kesepakatan DPR-Pemerintah soal Kisruh Penonaktifan PBI BPJS
- Rawan Kecelakaan: Ruas jalan Kedungarum – Ciporang – Cut Nyak, Perlu Flyover
- Target PBB 2026 sebesar Rp46 Miliar, Bupati Intruksikan Percepat Realisasi
- Disdikbud Kuningan Tegaskan Larangan Jual LKS, Sekolah Bandel Terancam Sanksi Disiplin
Saat kejadian, korban berada di bengkel dan diduga terhimpit reruntuhan bangunan setelah truk tersebut hilang kendali dan menabrak. Korban menderita luka di bagian kepala belakang, dan trauma di bagian dada. Selain itu, ada korban luka ringan seorang pelajar yang sedang praktek, Haddid Ajaryat.

Truk bernopol E 9344 C yang mengangkut jelly mengalami kecelakaan di Tanjakan Ciporang, Kecamataan Kuningan, satu korban meninggal dunia. (foto kumparan.com)
Sementara itu, pada ruas jalan dari Cut Nyak Dhin – Simpang empat Ciporang, pengendara kurang merasa nyaman karena saat lampu merah atau traffic light posisinya berada di tanjakan.
Karena itu, penulis menilai perlu adanya jalan layang atau flyover. Dicuplik dari AI, jalan layang adalah infrastruktur jalan yang dibangun melayang di atas permukaan tanah, jalan lain, atau perlintasan kereta api untuk memisahkan arus lalu lintas.
Tujuan utamanya adalah mengurai kemacetan, mempercepat waktu tempuh, dan meningkatkan keselamatan di kawasan padat.
Berikut adalah detail mengenai jalan layang:
- Fungsi Utama: Mengatasi kemacetan, memisahkan arus lalu lintas, melewati perlintasan kereta api, dan meningkatkan mobilitas.
- Perbedaan Konteks: Di Indonesia, istilah flyover sering digunakan untuk jalan layang di atas persimpangan, sementara overpass adalah jembatan di atas jalan lain.
- Contoh di Indonesia: Flyover Pasupati Bandung (Kusumaatmadja), Flyover Kopo, dan Flyover Nurtanio.
- Perbedaan dengan Underpass: Jalan layang berada di atas permukaan (layang), sedangkan underpass berada di bawah tanah atau di bawah jalur lain.
- Pembangunan jalan layang menjadi solusi efektif untuk efisiensi transportasi perkotaan di area yang macet atau memiliki hambatan geografis. (tan)*
