Kuningan, MI.com  — Hujan deras mengguyur wilayah Desa Cimulya Kecamatan Cimahi, dan sekitarnya, Selasa (10/2/2026) dari pukul 13.00 hingga 22.00 WIB. TPT dan pagar SD/SMPN Satap Cimulya ambruk, serta mushola dan empat rumah warga terancam.

Hujan deras itu menyebabkan longsor 10 meter, mengakibatkan tembok penahan tebing (TPT) dan pagar SMP Satap Cimulya sepanjang 10 meter dengan tinggi 5 meter, ambruk dan mengancam mushola sekolah yang berada di Dusun I Pahing RT 08 RW 02 Desa Cimulya.

“Pihak sekolah berkoordinasi dengan aparat desa, Kecamatan Cimahi, Dinas Pendidikan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan. Esoknya, masyarakat bersama para guru SDN/SMPN Satap Cimulya langsung membersihkan material longsor.” Terang Indra Bayu Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Rabu (11/2).

Baca juga :

Sementara itu, berdasarkan informasi dari Pemdes Cimulya, hujan deras yang terjadi di desanya tidak hanya mengakibatkan bencana di SDN/SMPN Satap Cimulya, tapi tersebar di lima lokasi berbeda. Rinciannya:

  1. Tebing jalan lingkungan di RT 06 RW 02 Dusun I Pahing sepanjang 20 meter, longsor menyeret rumpun bambu dan mengancam 2 unit rumah, milik Ibu Rey dan ibu Tursiah;  
  2. TPT dan pagar SDN/SMPN Satu Atap Cimulya sepanjang 10 meter di Dusun I Pahing RT 08 RW 02;
  3. Longsor tebing pekarangan milik Kasta di RT 07 RW 03 Dusun 2 Puhun sepanjang 15 meter, mengancam dua rumah, milik Kasta dan Esih;
  4. Tebing belakang rumah Gilar Gantinya, Kepala Desa Cimulya di RT 011 RW 04 Dusun 2 Wage, sepanjang 10 meter;
  5. TPT jalan lingkungan di RT 01 RW 01 Dusun 1 Kliwon sepanjang 11 meter.

Kepala Dusun 1, Ipan di lokasi kejadian menjelaskan, bahwa telah terjadi hujan sedang hingga deras di Desa Cimulya, sejak pukul 13.00 hingga 22.00 WIB, mengakibatkan terjadi pergeseran tanah dan longsor.

Tebing jalan lingkungan di RT 06 RW 02 Dusun I Pahing sepanjang 20 meter, longsor menyeret rumpun bambu dan mengancam 2 unit rumah, milik Ibu Rey dan ibu Tursiah

“Longsor terparah mengancam dua unit rumah warga dan terancam tertimbun longsor, ada juga yang terancam terseret longsor. Kami langsung menghubungi para ketua RT  untuk mengerahkan masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor dan rumpun bambu.” terang Kadus Ipan.

 “Alhamdulilah para ketua RT dan masyarakatpun merespon melakukan penangan pengerukan dan pembabatan pohon – pohon bambu yang terseret pergerakan tanah longsor di lokasi – lokasi kejadian secara bergotong – royong.” ucap dia.

Kades Cimulya, Gilar Gantina membenarkan adanya kejadian longsor dan pergeseran tanah yang cukup parah di Desa Cimulya akibat hujan deras yang cukup lama. “Kami telah mengambil langakah antisipasi dan melaporkan kejadian bencana ke pihak Kecamatan, dan BPBD Kabupaten Kuningan. Pihak BPBD sendiri merespon laporan kami dan sigap langsung melakukan peninjauan ke lokasi kejadian.” ujar dia. (Tarman)

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *