Kuningan, MI.com  — Menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Kamis (19/3/2026) sore terjadi musibah bencana longsor dan banjir di beberapa lokasi di Kabupaten Kuningan. Kronologisnya terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dari pukul 16.00 hingga 20.00 WIB mengakibatkan longsor di beberapa titik pada pukul 16.48 WIB.

Longsor dan banjir terjadi di Desa Kertawirama, Kecamatan Nusaherang, Kamis (19/3) sore. Longsor terjadi di Dusun Wage RT 012 RW 04 Desa Kertawirama. Di lokasi tersebut tercatat tembok penahan tebing (TPT) milik Nurahman (56) sepanjang 8 meter, lebar 1 ,5 meter dengan tinggi 3 meter mengalami longsor, dan menimpa halaman rumah Kasno (48) dihuni 1 KK dengan 4 jiwa.

Selain itu, tebing depan rumah Ibu Sukarsih (71) longsor dengan panjang 6 meter, lebar 2 meter, tinggi 5, menimpa kebun milik Saud (56), Tebing kebun belakang rumah Ahroni (62) longsor 15 meter, tinggi 3 meter, lebar 1,5 meter dan menimpa belakang rumah Nana Jumhana (50) yang dihuni 1 KK dengan 4 jiwa.

Berikutnya, TPT belakang SDN 2 Kertawirama longsor sepanjang 3 meter, lebar 1 meter dengan tinggi 2,5 meter longsor.

Baca juga :

Selain longsor, terjadi pula banjir di Dusun Pahing RT 011 RW 05 Desa Kertawirama pada pukul 16.48 WIB. Banjir menggenangi dua rumah warga, milik Nurhayati 54 tahun 3 KK 9 Jiwa terendam air pada bagian dapur setinggi 245 cm, dan kamar mandi setinggi 15 cm.

Penyebabnya, hujan deras mengakibatkan saluran irigasi jebol dan meluap ke rumah warga. Aparat desa Kertawirama langsung berkordinasi dengan Aparat Kecacmatan, TNI, Polri, BBWS, DInas PUTR, dan BPBD Kabupaten Kuningan. Esoknya, aparat desa bersama masyarakat memperbaiki saluran irigasi dengan peralatan seadanya, dan membersihkan material bekas longsor.

Longsor di Dusun Cipipisan Desa Tundagan

Longsor terjadi pula di Dusun Cipipisan RT 03 RW 01 Desa Tundagan Kecamatan Hantara, Kamis (19/3) pukul 19.00 WIB terjadi pada jalan dusun dan TPT.

TPT yang longsor berukuran 20 meter, tinggi 7 meter, dan lebar 60 cm, sementara jalan gang longsor sepanjang 20 meter, tinggi 7 meter, dengan lebar 60, akibatnya akses jalan terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan maupun orang.

BPBD Kuningan menerjunkan tim asesmen dan memberikan bantuan logistic, terang KAsi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kuningan, Iman NUrsyadi, S.Sos didampingi Aep Saepudin dan Kusmali.

Longsor terjadi pula di Dusun Kliwon RT 06 RW 01 Desa Margabakti Kecamatan Kadugede, Jumat (20/3) pukul 10.15 WIB. Disebutkan bahwa TPT di belakang dapur rumah Surinah (40) longsor sepanjang 8 meter, tinggi 5 meter dan lebar 1 meter.

Kronologis kejadian, terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pa Kamis (19/3) dari pukul 14.00 hingga malam, mengakibatkan TPT depan rumah mengalami longsor, dan menimpa belakang rumah Uma.

Longsor di Desa Pakapasan Girang Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan

Longsor di Desa Pakapasan Girang

Longsor terjadi di Dusun Cibodas RT 05 RW 02 Desa Pakapasan Girang Kecamatan Hantara, Kamis (19/3) pukul 19.00 WIB. Diketahui TPT halaman rumah milik Abah Sahrim (89) di Dusun Cibodas longsor. Longsor TPT sepanjang 7 meter, tinggi 4 mter dengan lebar 1 meter itu menutup akses jalan desa, dan mengancam ruamh Sahrim yang dihuni oleh 2 KK dengan 6 jiwa.

Esoknya aparat desa dan masyarakat setempat melakukan pembersihan material longsor, dan membuat penjagaan dengan karung berisi tanah.  Longsor di Desa Puncak Kecamatan Cigugur, terjadi pada Minggu (12/3) pukul 15.00 WIB, di Dusun Mulya Asih RT 012 RW 09, dan di Dusun Ciwuni RT 01 RW 01.

Longsor di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur

Di Dusun Mulya Asih, TPT bahu jalan desa Dusun Mulya Asih mengalami longsor 15 meter, 5 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 2,10 meter. Dampaknya menimpa kebun sayur milik Rahmat (57), dan akses jalan terganggu.

Sementara di Dusun Ciwuni, TPT bahu jalan penguhung Dusun Ciwuni I ke Dusun Ciwuni 2 mengalami longsor sepanjang 12 meter, lebar 1 ,5 meter dan tinggi 2,10 meter. Material longsosr menimpa kolam ikan Sadanan (65), dan akses jalan terganggu.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan waspada saat pada musim penghujan ini, karena bencana dapat terjadi kapan pun dan dimanapun. (Tan)

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *