Kuningan, MI.com — Musibah rumah ambruk terjadi terjadi di Dusun I Manis RT 002 RW 001, Desa Japara, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, Senin 11 Mei 2026 sekitar pukul 14.45 WIB. Penyebabnya karena kondisi rumah sudah tua dan lapuk.
Satu unit rumah permanen milik Abah Sudirman (72) mengalami kerusakan berat setelah kayu kayu penyangga dan atap bangunan (kuda-kuda, red) roboh. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, rumah berukuran 9 x 12 meter itu dihuni satu keluarga dengan dua jiwa. “Kerusakan terjadi pada bagian kamar tidur, kamar mandi, dan dapur. Atap genteng serta sebagian dinding rumah ikut ambruk,” ujarnya dalam laporan update kaji cepat BPBD.
Menurut Indra Bayu, berdasarkan hasil assessment BPBD Kabupaten Kuningan, bangunan tersebut diduga roboh akibat kondisi rumah yang sudah tua dan lapuk.
Baca juga :
- Rumah Abah Sudirman di Japara Ambruk
- Ika Kurniawati Resmi Jabat Kadus I Pemdes Gewok
- Rakoorcam Ciniru Membahas Kondisi Jalan hingga KDMP
- SDN 1 Rambatan Juara Umum Pentas PAI SD Kecamatan Ciniru 2026
“Rumah itu bahkan diketahui telah masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan tercatat dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS),” ujar Indra.
Saat bagian atap kayu dan genteng runtuh, sebagian tembok rumah ikut mengalami kerusakan cukup parah.
Usai menerima laporan kejadian, aparat desa langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, Baznas, Disperkimtan hingga BPBD Kabupaten Kuningan.
BPBD kemudian menerjunkan tim assessment untuk melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan logistik darurat kepada korban terdampak.
Selain itu, warga bersama aparat desa bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Hingga Rabu 13 Mei 2026, proses pembersihan puing rumah dilaporkan selesai dilakukan. Meski demikian, Sudirman masih bertahan di bagian rumah yang dinilai aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
BPBD Kuningan menyebutkan kebutuhan mendesak saat ini berupa material bangunan dan bantuan logistik.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim penghujan dan masa peralihan menuju musim kemarau.
Warga yang memiliki rumah dengan kondisi bangunan tua atau lapuk diminta segera melakukan pengecekan demi menghindari kejadian serupa. Langkah penanganan lanjutan terhadap rumah korban akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan instansi terkait lainnya. (Tan)**
