Kuningan, Kuningan, MI.com — Menyikapi viralnya video banjir/derasnya air yang terlihat di sepanjang jalan Palutungan – Cigugur, Kabupaten Kuningan beberapa hari yang lalu, mendapat sorotan dari Aktivis Masyarakat Peduli Kuningan, Yudi Setiadi.
Yudi Setiadi mendesak pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Kuningan dan TNGC (Taman Nasional Gunung Ciremai) untuk segera mengambil langkah mitigasi bencana dan kajian terhadap kondisi ekologis kekinian kaki Gunung Ciremai yang dinilai sudah kritis.
Baca juga:
- 121 Calon Jemaah Haji Ilegal Gagal Berangkat ke Makkah
- Derasnya Air Dari Hulu Ciremai, Penanda Rusaknya Daya Resap Alam
- Tragis! Hantam Truk Parkir, Pemotor Tewas Terlindas Bus di Luragung
- Diputar di BEEK Kuningan, Film “Pesta Babi” Diapresiasi
Gunung Ciremai sebagai kawasan resapan air utama Ciayumajakuning akan menghadapi tekanan serius akibat anomali cuaca yang ada, dimana tingginya curah hujan ekstrem sampai prediksi kemarau panjang.
Hal ini di dukung oleh berkurangnya daya resap lahan, terganggunya debit mata air, hingga menurunnya produktivitas pertanian di wilayah lereng gunung. Matinya ikan dewa di kawasan TNGC juga dinilai menjadi indikator rusaknya kualitas ekosistem air.

Selain itu, Temuan BRIN mengenai aktivitas tektonik dan vulkanik purba di kawasan Lingkar Timur Kuningan semakin memperkuat perlunya langkah mitigasi dan pemetaan kerawanan bencana secara ilmiah dan menyeluruh.
Yudi menegaskan, jika kerusakan kawasan hulu terus dibiarkan, masyarakat terancam menghadapi krisis air saat kemarau dan potensi banjir bandang, longsor, serta kerusakan lingkungan saat musim hujan.
Kami berharap “Pemerintah jangan menunggu bencana besar terjadi, Mitigasi ini harus segera dilakukan demi keselamatan lingkungan dan masyarakat, dan segera libatkan seluruh pihak untuk mencari solusi,” pungkas Yudi. (Tan)*
