Kuningan, MI.com — Universitas Kuningan (Uniku) pada tahun akademik 2025/2026 kembali melakukan wisuda. Kali ini sebanyak 1.128 sarjana/pasca-sarjana diwisuda di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Uniku, Rabu (12/8/2026), dilakukan dua sesi.
Wisuda sesi pertama dihadiri oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., sementara sesi 2 dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, SH, M.Kn dan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum.
Bupati Dian menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah ukuran akhir keberhasilan seorang sarjana. Menurut Bupati Dian, kualitas lulusan justru akan terlihat dari seberapa jauh ilmu yang diperoleh mampu memberi manfaat bagi masyarakat. “Jangan pernah mengukur keberhasilan dengan deretan gelar. Yang terpenting adalah seberapa besar manfaat ilmu yang telah kita raih untuk masyarakat,” ujar Dian.
Baca juga :
- Terpilih Pimpin PWI Jabar, Tantan Sulthon Serukan Persatuan Wartawan
- Pemadaman Kebakaran TPSA Ciniru Dilakukan oleh Tim Gabungan
- Uniku Wisuda 1.128 Sarjana dan Pasca_Sarjana
- HIKMAH: Bahaya Menunda Ibadah, Pekerjaan, dan Tanggung Jawab
Ia mendorong para wisudawan untuk tidak hanya berpikir sebagai pencari kerja, tetapi berani mengubah pola pikir menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Terlebih, menurutnya, kondisi fiskal pemerintah yang semakin terbatas membuat peluang di sektor birokrasi juga semakin terbatas.
“Coba ubahlah mindset kita menjadi: pekerjaan apa yang akan saya ciptakan? Atau berapa orang yang akan saya ajak untuk tumbuh bersama dan berkembang?” katanya.
Dian menyebut Kuningan membutuhkan generasi muda yang berani mengambil risiko menjadi pengusaha, inovator, profesional, birokrat maupun petani modern. Baginya, keberanian menciptakan peluang dan mengajak orang lain tumbuh merupakan bentuk nyata kontribusi lulusan kepada daerah.
Namun, di tengah pesan tentang masa depan tersebut, Bupati Dian juga mengingatkan para sarjana untuk tidak melupakan akar keberhasilannya: keluarga.
Ia mengisahkan pertemuannya dengan seorang nenek asal Desa Patala yang datang mengantarkan cucunya untuk mengikuti wisuda. Sang nenek yang berprofesi sebagai petani datang dengan penuh kebanggaan karena cucunya berhasil menyelesaikan pendidikan dan bercita-cita menjadi guru.
“Jangan pernah berhenti membuat orang tua kalian bangga. Kalau suatu hari nanti menjadi orang penting, sukses, berhasil, jangan lupa bahwa kesuksesan itu tumbuh dari akar yang bernama keluarga. Dari doa ayah, dari doa ibu, dari pelukan ayah, dari pelukan ibu,” tutur Dian.

Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana melakukan wisuda terhadap 1.128 sarjana dan pasca_sarjana di Gedung Student Centre Uniku, Rabu (12/8/2026)
Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si menyampaikan, bahwa wisuda bukan akhir dari pendidikan, karena tantangan yang lebih luas bagi para lulusan adalah untuk memasuki dunia kerja, masyarakat dan kehidupan berbangsa.
Ia mengapresiasi para wisudawan yang telah menorehkan berbagai prestasi, baik regional, nasional maupun internasional. Di level internasional, sejumlah mahasiswa Uniku berhasil meraih prestasi dalam kompetisi bahasa, sastra, inovasi, desain, fotografi, pidato hingga business plan. Prestasi juga datang dari bidang olahraga dan seni, termasuk pencak silat serta Marching Band Bahana Sang Adipati yang berhasil meraih sejumlah gelar juara.
Dari sisi inovasi dan kewirausahaan, mahasiswa Uniku juga berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), serta menembus seleksi nasional PPK Ormawa. Tim mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer bahkan berhasil masuk Top 800 Nasional dalam Hackathon Digdaya x PIDI 2026.
Rektor menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti mahasiswa Uniku memiliki kemampuan untuk bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional dan internasional.
Penguatan kualitas pendidikan juga ditunjukkan melalui sejumlah capaian institusi. Uniku menerima hibah Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas di Perguruan Tinggi serta membuka Program Studi Pendidikan Dasar jenjang Magister.
Di bidang kewirausahaan, Inkubator Bisnis Kewirausahaan Uniku berhasil meraih predikat A dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, sebuah capaian yang menurut pihak kampus hanya diraih oleh 17 perguruan tinggi di Indonesia.
Pada wisuda kali ini, Uniku juga memberikan apresiasi kepada para lulusan dengan capaian akademik terbaik. IPK tertinggi jenjang Magister diraih Nila Alifah dengan IPK sempurna 4,00, sedangkan IPK tertinggi jenjang Sarjana diraih Afiva Dwi Putri dengan IPK 3,97. (Tan)*
