KUNINGAN, MI.com — Pemerintah Kabupaten Kuningan telah menjadikan tradisi ziarah ke 21 makam mantan Bupati Kuningan yang telah wafat. Ziarah dilakukan dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-528 Kuningan sekaligus bentuk penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu yang telah berjasa membangun daerah.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengatakan, ziarah ke makam para mantan bupati tersebut merupakan tradisi yang telah dibangun oleh Pemerintah kabupaten Kuningan.
Ziarah juga dilakukan ke makam mantan Bupati Kuningan yang berada di luar darerah. “Jadi sekarang, saya ingin seluruh bupati terdahulu dari mulai zaman kemerdekaan ada 21. Tahun ini seluruh makam mantan bupati atau bupati terdahulu yang sudah almarhum kita sambangi,” kata Dian saat mengikuti kegiatan ziarah, Kamis (27/8/2026).
Baca juga :
- Tradisi Ziarah ke 21 Makam Para Mantan Bupati Kuningan
- Ada Open Turnamen Catur Piala Panglima TNI di Bandung 20 September 2026
- UPDATE Gempa NTT: Jumlah Korban Tewas 100 Orang, yang Terluka 1.603
- Sudah 30 ODGJ Ditangani oleh Dinsos Kuningan Sejak Januari 2026
Menurut Bupati Dian, sejumlah makam mantan bupati Kuningan berada di berbagai daerah, diantaranya di Bandung, Cirebon dan Ciamis. Karena lokasi makam tersebar, rombongan dibagi ke dalam beberapa tim untuk memastikan seluruh makam dapat dikunjungi.
“Hari ini diawali dengan para bupati yang ada di daerah kota, besok kita keliling. Ada 21 makam,” ujarnya.
Pada tahap awal, empat tim ziarah bergerak ke sejumlah lokasi di Kabupaten Kuningan. Tim 1 yang dipimpin langsung Bupati Dian mengunjungi Makam Winduhaji dan Makam Cigugur.
Di Makam Winduhaji, rombongan berziarah ke makam Syekh Muhibat, almarhum H. Aang Hamid Suganda dan almarhumah Hj. Utje Ch. Suganda. Selanjutnya, rombongan menuju Makam Cigugur untuk berziarah ke makam almarhum H. Acep Purnama.

Ziarah ke makam mantan Bupati Kuningan, H. Acep Purnama di Keluruhan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Kamis (27/8/2026)
Tim 2 dipimpin Wakil Bupati Kuningan dengan tujuan Makam Lengkong, Makam Pasarean Cikaso dan Makam Cikaso. Tim 3 dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan menuju Makam Luragung dan Makam Ciwaru.
Sementara itu, Tim 4 mengunjungi Komplek Makam Astana Gede, Makam Ramajaksa Winduherang dan Makam Awirarangan.
Ziarah dilanjutkan Jumat (28/8/2026), terakhir Senin ke Makam Sunan Gunung Jati. “Jadi kita tradisi biasakan mulai tahun ini, seluruh makam bupati yang pernah hadir, berjasa, yang telah begitu banyak memberikan kontribusi untuk membangun Kuningan sampai sekarang ini, kita kunjungi, kita ziarah,” katanya.
Ziarah ke makam para mantan bupati bukan semata ritual, namun sebagai momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang sejarah Kabupaten Kuningan. “Setiap pemimpin terdahulu memiliki kontribusi dalam Kuningan hingga seperti sekarang. Karena itu, jasa dan pengabdian mereka perlu terus dikenang oleh generasi penerus.” Ujar dia.
Dian juga berharap tradisi tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan kesinambungan dan kebersamaan. (Tan)*
