Kuningan, MI.com — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan launching Program FKIP Mengaji TA Semester Genap 2025/2026 di Gedung Student Center Iman Hidayat Uniku, Senin (09/03/2026)
Program FKIP Mengaji ini mengusung tema “Dengan Mengaji Mewujudkan Mahasiswa FKIP yang Santun, Agamis, Terampil dan Unggul”
Dekan FKIP Uniku, Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., menyampaikan, program FKIP Mengaji telah berjalan selama empat tahun sejak diluncurkan tahun 2022 lalu. Tahun ini merupakan pelaksanaan angkatan ke IV dari program tersebut.
Baca juga :
- FKIP Uniku Mengaji Wujudkan Mahasiswa yang Santun-Agamis-Terampil dan Unggul
- Syarat Perpanjang STNK, Nggak Perlu BPKB Asli-Fotokopi Lagi
- Daftar Medsos yang Dibatasi Komdigi untuk Anak di Bawah 16 Tahun
- Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Pakai Sosmed, Kemenkes Soroti Efeknya ke Mental
Program ini sambung Asep Jejen, telah berjalan empat tahun dan ini adalah angkatan keempat dari mulai tahun 2022. “Dengan program ini, kami ingin mewujudkan salah satu tagline satu yaitu agamis yang menjadi ciri khas di FKIP Universitas Kuningan,” ujar Dekan FKIP, Dr. Asep
Ia mengatakan, pelaksanaan launching FKIP mengaji tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur’an.

Lauching Program FKIP Mengaji di Gedung Student Centre Uniku Senin 9 Februari 2026
“Oleh sebab itu, mari kita sambut dengan baik kegiatan ini. Saya harap bukan hanya kegiatan seremonial di FKIP mengaji, tapi kami ingin mahasiswa-mahasiswi FKIP Uniku, ketika nanti lulus pun itu menjadi generasi Qur’ani, generasi yang mengamalkan dan mencintai Al-Qur’an,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., disela acara menyampaikan, FKIP Mengaji ini adalah program unggulan dari FKIP.
“Kita harus bersyukur masih mendapatkan kesempatan untuk belajar mengaji secara benar. Artinya kita mengaji secara tartil di mana tajwid-tajwid kita tentu nanti akan diperbaiki melalui program FKIP mengaji ini,” ujar Rektor Uniku dalam sambutannya.
Anna menegaskan, mahasiswa yang kelak akan menjadi pendidik tidak cukup hanya dibekali dengan ilmu pedagogik, tetapi harus memiliki pemahaman dan pengalaman nilai-nilai keagamaan. Karena pendidik itu adalah role model untuk siswa-siswanya kelak. (H. Wawan Jr)*

