Kuningan, MI.com  — Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengungkapkan, bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan pondasi penting kekuatan ekonomi daerah. Jika desa kuat, kabupaten pasti hebat, mengingat instrumen penguat desa itu adalah ekonomi kerakyatan, maka BUMDes harus menjadi urat nadi penggeraknya.

Hal itu diungkapkan Bupati Dian saat melantik Pengurus Forum BUMDes Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2030, dengan ketua M. Sofyan pada Senin (10/2/2026), di Diva Pujasera Kasturi, Jalan Kamurang Dua, Desa Kasturi, Kecamatan Kuningan.

Menurut Bupati Dian, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) tersebut menjadi momentum penguatan kelembagaan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

Untuk itu ia mengingatkan, agar pengelolaan BUMDes tidak sekadar formalitas jabatan, melainkan harus ditopang sumber daya manusia yang memiliki jiwa wirausaha. Menurutnya, banyak BUMDes stagnan karena salah memilih pengelola yang tidak memiliki orientasi bisnis dan inovasi.

Baca juga :

“Forum BUMDes hari ini kita lantik, sebuah forum yang sangat strategis, dan merupakan wadah, rumah besar bagi Badan Usaha Milik Desa yang ada di Kabupaten Kuningan. Rumah besar yang menyatukan persepsi, langkah. Ke depan saya ingin rumah besar ini menjadi spirit tanpa ada kompetisi, apalagi saling mematikan, tapi justru saling menguatkan. Karena dengan cara itulah BUMDes akan melesat, akan naik kelas,” ungkap Dian.

Bupati Dian juga menegaskan hal-hal penting seperti, legalitas, transparansi, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola BUMDes. Dan pemerintah daerah-pun siap mendukung inovasi desa, termasuk membuka peluang kerja sama investasi di sektor pertanian dan pengolahan potensi lokal.

Juga, pentingnya kolaborasi antar desa melalui Forum BUMDes. Kompetisi yang tidak sehat harus diubah menjadi sinergi, sehingga potensi desa dapat dikembangkan secara terintegrasi, mulai dari sektor pertanian, wisata, pengelolaan sampah, hingga industri kreatif berbasis kearifan lokal.

“Tanpa kolaborasi, saya kira bersaing dengan kapital, pemodal-pemodal besar akan sulit. BUMDes adalah wajah masa depan ekonomi desa. Mari kita jadikan ini ladang amal dan kerja nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas Dian.

Dikahir kalimatnya Dian mangutarakan harapannya, agar BUMDes mampu menjadi sumber pendapatan desa yang signifikan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta menciptakan desa-desa yang mandiri dan berdaya saing.

Pada kesempatan itu, Ketua Forum BUMDes Kabupaten Kuningan, Sofyan, menyampaikan komitmen pengurus untuk menjadikan forum sebagai wadah kolaborasi lintas desa guna mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat.

Serta memperkenalkan sejumlah program strategis, antara lain penguatan BUMDes Hub sebagai agregator dan akselerator produk desa, pengembangan Desa Sirkular untuk pengelolaan sampah bernilai ekonomi, gerakan Kuningan Hijau berbasis pupuk organik, juga inkubasi desa wisata dengan pendekatan perencanaan dan investasi yang terukur.

Prosesi pelantikan itu sendiri merujuk pada Keputusan Bupati Kuningan Nomor 141.2/Kep.1.394/DPMD/2025 tentang Komposisi dan Personalia Pengurus Forum BUMDes Kabupaten Kuningan masa bakti 2025–2030.

Dalam keputusan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Kuningan bertindak sebagai Dewan Pembina. Selanjutnya, Dewan Penasihat diisi oleh Sekretaris Daerah, Kepala DPMD, Inspektur Daerah, Kepala DLHK, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Kepala Disporapar, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Kuningan. Sementara Dewan Pertimbangan diisi tokoh masyarakat,dan unsur lainnya. (Tan)

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *