Malang, MI.com — Kota Malang Provinsi Jawa Timur, mendadak menjadi lautan mobil antik berbagai tipe, khususnya mobil Fiat dari mulai tipe Fiat 1100, 124, 125, 131 dan mobil Fiat Uno.
Sebanyak 100 mobil Fiat turut ambil dengan melibatkan 300 orang lebih peserta. Mereka adalah peserta Jambore Nasional (Jamnas) Indonesia FIAT Club (IFC) 2025 dari berbagai kota nusantara yang digelar selama dua hari, 4 – 5 Oktober 2025.
Panitia Pelaksana Mas Hendro disela acara menjelaskan, Jambore Nasional ini merupakan agenda rutin setiap tahun. “Tahun ini giliran Kota Malang menjadi tuan rumah.” terang Hendro.
Acara berlangsung penuh keakraban di halaman Balai Kota Malang, ditandai ramah dan berbagi pengalaman sesama penggemar mobil Fiat. Selain ramah tamah dan pameran mobil Fiat Antik, lomba dorong mobil Fiat dan stand UMKM juga dimeriahkan artis lokal diiringi live musik.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
“Alhamdulillah acara Jambore Fiat ini terlaksana dengan baik dan lancar, terimakasih atas dukungan dari semua pihak,” ucap dia.
Peserta Jamnas Fiat berasal dari berbagai kota, sponsor, donatur, panitia Jamnas, Wali Kota Malang, dan semua pihak terkait, serta warga kota malang yang telah memberikan dukungan penuh terlaknanya Jamnas Indonesia Fiat Club (IFC).
“Kita berkumpul, bernostalgia Bersama Indonesia FIAT Club (IFC) dari berbagai kota di Pulau Jawa dan Bali.” sebut dia.

Kota dimaksud diantaranya, dari Denpasar, Lumajang, Paiton, Probolinggo, Surabaya, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Jogjakarta, Semarang, Solo, Ciamis, Galuh, Tasikmalaya, Cirebon, dan Komunitas Fiat dari Kota Bandung.
“Momen Jamnas Fiat ini menjadi ajang silaturakhmi para penggemar mobil Fiat dan bernostalgia tentang suka-duka,” ucap H Ifan mantan Presiden IFC dari Kota Cirebon.
Seperti diketahui, mobil Fiat 124 ini Kenang-kenangan sejak jaman sekolah. Saat itu beli rongsokan seharga Rp3 juta tahun 1990-an dari Kota Ciamis .
“Kala itu mesin dikarungin body karatan lalu dibawa ke Cirebon naik mobil L300 ongkos “gendongnya” Rp 500 ribu. Secara pelan-pelan dikumpulin satu persatu part dan acesoris’nya. Akhirnya mesin pertama kali hidup itu tahun 2.000-an,” kenangnya.
“Maklum saat itu dana pelajar terbatas, jadi lama bangunnya ditambah lagi cari part’nya susah. Alhamdulillah sampai sekarang masih tersimpan buat kenang-kenangan anak cucu kelak. Pertama kali punya mobil kuno.” Imbuh dia.
Pesan saya tetap lestarikan mobil kuno “mobil kuno itu antik, ibarat emas yang terpendam”. Salam sehat wal a FIAT. (WHJR)
