Kuningan, MI.com — Suasana penuh kegembiraan nampak dari 3.495 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Kabupaten Kuningan usai menerima stimulan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Maklum saja mereka baru saja mendapat kucuran dana masing-masing Rp.500 Ribu yang diserahkan oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si di Ruang Rapat Linggajati Kuningan, Senin (9/3/2026) lalu.
Sementara wajah muram dan sedih dialami oleh ratusan Ketua RT dan RW di lingkungan Kelurahan se Kecamatan Kuningan dan Kecamatan Cigugur. Pasalnya, hingga 16 Maret 2026, stimulan atau Tunjangan Hari Raya 1447 H tak kunjung datang.
Baca juga :
- Harga Daging Sapi, Kambing dan Cabe Jablay H-2 Makin Melambung
- Ketua RT – RW dan LPM di Lingkungan Kelurahan : Kecewa, Dana Stimulan Ditunda
- Bupati Kuningan Ajak Insan Pers Perkuat Kebersamaan dan Sinergi
- Kabupaten Kuningan Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Rebana 2025
Bupati juga menyinggung pemberian stimulan bagi anggota Satlinmas sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah atas peran mereka dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masyarakat. Hal itu dilakukan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan menjelang Hari Raya serta menjadi motivasi bagi para anggota Linmas dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Di tengah keterbatasan fiskal yang ada, Pemerintah Kabupaten Kuningan tetap berupaya hadir memberikan perhatian kepada para anggota Linmas yang selama ini membantu menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan masyarakat. Stimulan ini merupakan bentuk perhatian sekaligus penyemangat bagi para anggota Linmas,” ungkapnya.
Terkait dengan tidak turunnya dana stimulan untuk RT dan RW disikapi oleh Kepala Kelurahan Kuningan, Edi Rohaendi, ia mengaku bersama Camat Kuningan, Deni Hamdani, SE, AK, M.Si telah melakukan komunikasi dengan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kuningan.

Perwakilan Ketua RT dan RW se Kelurahan Kuningan di teras Kantor Kecamatan Kuningan, Selasa (17/3/2026) malam
Dalam audensi itu, Kabag Tapem Ranggga Priatna, SE, M.Si mengatakan, bahwa dana stimulan dengan terpaksa baru bisa diturunkan pada Triwulan ke 2 tahun 2026, sehingga tidak bisa dicairkan menjelang Idul Fitri 1447 H ini.
Lurah Edi Rohendi juga mengajak perwakilan RT Nana dan Ketua RT 09 Robi Pratanuari untuk mempertanyakan mengapa dana stimulan tidak turun. Jawabannya tetap tidak bisa dicairkan, akibatnya hal itupun disikapi dengan kekecewaan oleh para ketua RT dan RW se Kelurahan yang ditumpahkan dalam unek-uneknya dalam grup WA Forum Ketua RT se Kelurahan Kuningan.
Salah satunya disampaikan oleh ketua RT H. Odim. “Saya sudah menjabat ketua RT selama 13 tahun, dan setiap tahunnya sejak Bupati H. Aang Hamid Suganda, selalu menadapat bantuan dana setimulan. Baru kali ini dana stimulan untuk RT, tidak diberikan menjelang lebaran.” Ungkap mantan Pegawai DPUTR Kuningan ini.
Bupati Kuningan, Dian R Yanuar saat ditanya seusai memberikan THR untuk kalangan Insan Pers di Teras Pendopo, Senin (16/3) mengaku tidak mengetahui dan akan mengecek ke BPKAD Kabupaten Kuningan.
Demikian halnya Sekda Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos, M.Si mengungkapkan, baru akan mempelajari dan melakukan koordinasi terkait bantuan stimulan dimaksud. “Saya akan pelajari dan melakukan komunikasi.” ucap dia tanpa menyebutkan koordinasi dengan siapa.
Benar saja, pada Selasa (17/3) malam, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kuningan, Drs. Deniawan, M.Si didampingi Kabag Tata Pemerintahan Setda Kuningan Rangga PRriatna, S.STP, M.Si, Camat Kunigan Deni Hamdani, SE, AP, M.Si, dan Camat Cigugur Yono Rohmansyah, S.STP, M.Si menerima perwakilan ketua RT, RW dan LPM se Kecamatan Kuningan dan Cigugur, di Aula Kantor Camat Kuningan. (Tan)*
