Kuningan, MI.com — Peringatan hari ulang tahun ke 80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru 2025 dengan tema “Guru Hebat Indonesia Kuat” merupakan moment yang berbahagia bagi Kokoy Kurnaeti, MPd, Kepala SLBN Taruna Mandiri, Kabupaten Kuningan.
Pasalnya, pada momen tersebut, ia mencatat sejarah tersendiri sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Kuningan dan Provinsi Jawa Barat di level nasional.
Ia berhasil meraih prestasi gemilang sebagai Juara 2 Nasional Anugerah GTK Hebat 2025 kategori Kepala SLB Dedikatif. Ini sebagai bukti bahwa, Guru Hebat adalah fondasi Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istora Senayan Jakarta pada puncak HUT ke PGRI tingkat nasional, Kamis (27/11/2025).
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Kokoy yang terlahir 17 Juni 1973, sebelumnya berhasil menjadi juara 1 Provinsi Jawa Barat, menyisihkan 13 kandidat Kepala SLB Dedikatif lainnya dari berbagai daerah. Melalui konsistensi, integritas, dan program unggulan sekolah yang ia bangun. Prestasi ini menjadikannya satu-satunya wakil Jawa Barat yang berhak melaju ke tingkat nasional.
Dalam presentasinya, Kokoy memaparkan program transformasi sekolahnya, Penguatan SLB Vokasional melalui Program Taruna Nagara (Ngahiji, Ngabakti, Ngajadi, Raharja). Sebuah inovasi yang memperkuat peran SLB sebagai lembaga yang menyiapkan peserta didik berkebutuhan khusus untuk mandiri, kreatif, dan produktif.
Program Taruna Nagara menjadi bukti bahwa SLB tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter, keterampilan vokasional, kemandirian, serta identitas diri bagi siswa.

Mengalahkan Kandidat Non-Disabilitas
Keberhasilan Kokoy semakin bermakna karena ia adalah sosok Kepala Sekolah dengan disabilitas netra yang bersaing sejajar dengan kepala sekolah non-disabilitas dari seluruh Indonesia. Dedikasi, profesionalisme, dan visi besarnya mematahkan stigma bahwa disabilitas bukan hambatan untuk berkinerja unggul dan berprestasi tingkat nasional.
Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pemimpin perempuan dengan disabilitas dapat berdiri di barisan terdepan penggerak pendidikan nasional.
Atas dedikasinya, Kokoy berkesempatan duduk sejajar dengan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan menerima Lencana Kehormatan Presiden, yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo pada panggung Anugerah GTK Hebat 2025.
Persembahan untuk Negeri: Batik Muning Cerme
Sebagai simbol karya vokasional siswa SLBN Taruna Mandiri, Kokoy juga menyerahkan kenang-kenangan Batik Muning Cerme kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi—Bapak Abdul Mu’ti. Batik hasil karya guru dan siswa tunarungu ini merupakan bukti konkret bahwa pendidikan vokasional di SLB dapat menghasilkan produk bernilai seni tinggi yang layak diperkenalkan di panggung.
Selama memimpin SLBN Taruna Mandiri, Kokoy dikenal sebagai sosok pemimpin yang hangat, rendah hati, dan tidak pernah lelah berinovasi. Di bawah kepemimpinannya, sekolah berkembang pesat menjadi SLB rujukan dengan berbagai layanan unggulan, mulai dari:
- Penguatan vokasional yang terarah dan berdampak,
- Program kemandirian berbasis komunitas,
- Peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan,
- Pembentukan pusat intervensi awal bagi siswa dengan kebutuhan khusus,
- Hingga kolaborasi aktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas disabilitas.
Tidak hanya meningkatkan kualitas siswa, Kokoy juga berhasil memperkuat budaya kerja guru, membuka akses kolaborasi nasional, dan menempatkan SLBN Taruna Mandiri sebagai sekolah inklusif yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Taruna Mandiri sudah bekerjama dengan berbagai instansi sampai ke tingkat internasional bekerjasama dengan prof masataka kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine di Jepang dan sekolah jga pernah di kunjungi oleh Ukai Saito Sensei, CEO Tasuc Corporation yang tertarik dengan vokasional di SLBN Taruna Mandiri.
Prestasi Kokoy Kurnaeti bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi menjadi cermin bahwa semangat, keyakinan, dan inovasi mampu melampaui keterbatasan apa pun. Perjalanan beliau menunjukkan bahwa pendidikan SLB bukan berada di barisan belakang, namun berdiri sejajar sebagai lokomotif perubahan.
Sepanjang kariernya ia mengemban amanah sebagai Kepala sekolah: SLBN Bina Insani (30 Juni 2016 – 30 Juni 2020)
SLBN Pahlawan Indramayu (9 Juli 2020-5 Desember 2021) dan saat ini sebagai Kepala Sekolah SLBN Taruna Mandiri (6 Desember 2021 – sekarang). (H. Wawan Jr)**
