Pendekatan ini tidak hanya menekankan aspek lingkungan, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual dan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi, sehingga dianggap memiliki potensi implementasi yang tinggi dan berdampak luas di komunitas pesantren dan kampus keagamaan.

Pencapaian ini semakin istimewa mengingat Tim ECOMOVE berhasil menyisihkan tim dari berbagai Universitas Ternama di Indonesia, termasuk Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Atma Jaya Jakarta, dan lainnya.

Dr. Naela Farah, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi. “Kemenangan ini membuktikan bahwa mahasiswa kita tidak hanya menguasai teori komunikasi, tetapi juga mampu merancang strategi yang kontekstual, kreatif, dan berbasis pada kekuatan nilai-nilai lokal dan keislaman. Konsep ‘Ekoteologi’ yang mereka usung merupakan bukti integrasi ilmu dakwah dengan isu kontemporer yang sangat relevan.”

Proses persiapan tim turut diperkaya dengan berbagai upaya untuk mendalami praktik PR terkini. Sebagai bagian dari itu, tim memanfaatkan ruang diskusi dan konsultasi strategi yang tersedia, termasuk berbagi wawasan dengan Komunicare, sebuah kanal mentoring dan konsultasi PR yang digagas oleh Dessy Kushardiyanti, M.A. Diskusi-diskusi seputar best practices dan penyusunan strategi komunikasi tersebut memberikan perspektif praktis yang melengkapi persiapan akademis mereka.

Dessy Kushardiyanti, M.A., selaku dosen Public Relations dan pembina tim di Program Studi KPI, menyampaikan apresiasi dan analisis strategis terhadap kemenangan ini. “Prestasi Tim ECOMOVE adalah bukti nyata bahwa Public Relations yang efektif lahir dari pemahaman mendalam terhadap audience dan konteks budayanya. Mereka berhasil menerjemahkan prinsip Green PR ke dalam narasi yang sangat resonan, yaitu nilai-nilai keagamaan, sehingga kampanye #PilahItuIbadah tidak hanya masuk akal secara ekologis, tetapi juga bermakna secara spiritual. Ini adalah contoh brilian strategic communication yang berangkat dari local wisdom.”

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Kompetisi ini sangat ketat, namun keyakinan kami pada konsep yang unik dan solutif ini membawa kami hingga final. Proses persiapannya sendiri adalah perjalanan belajar yang sangat berharga. Selain dukungan penuh dari kampus, kami juga secara aktif mencari berbagai sumber untuk mengasah strategi, termasuk melalui diskusi dengan Komunicare melalui mentor kami Dessy Kushardiyanti. Sesi-sesi tersebut membantu kami mematangkan angle kampanye dan menyusun pesan yang lebih tajam,” ujar Siti Hamidah, selaku ketua tim ECOMOVE.

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *