“Kinerja ini menegaskan konsistensi peningkatan produktivitas serta efektivitas pengelolaan lahan pertanian,” tandas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan, Dr Wahyu Hidayah, Senin (22/12/2025).

Menurut Wahyu Hidayah, tren positif produk gabah tersebut, merupakan hasil sinergi antara kondisi agroklimat yang mendukung dan kebijakan pertanian yang terarah. Pola kemarau basah dengan curah hujan relatif stabil mendorong peningkatan indeks pertanaman, sehingga petani memiliki peluang panen lebih dari dua kali dalam setahun.

“Dalam kondisi tertentu, petani bahkan dapat melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Ini menjadi faktor penting dalam peningkatan produksi tanpa harus membuka lahan baru,” jelasnya.

Baca juga :

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *