Cilimus, MI.com — Sempat terkatung-katung, akhirnya Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si melantik 218 kepala sekolah TK, SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, di Aula SMPN 1 Cilimus, Jumat (9/1/2026).
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Andriani, S.H., M.Kn., Sekda Kuningan Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., jajaran BKPSDM, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Bupati Kuningan, mengatakan bahwa kepala sekolah sebagai nahkoda yang memegang peran kunci membawa sekolah menuju pulau harapan. Menurutnya, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan amanah besar untuk membuktikan integritas, kapasitas, dan keteladanan dalam memimpin satuan pendidikan.
“Bapak dan Ibu bukan hanya berbicara tentang nilai, integritas, dan disiplin, tetapi harus menunjukkannya. Di depan memberi teladan, di tengah menjadi penyemangat, di belakang menjadi pendorong kemajuan,” tegas Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa dari 218 kepala sekolah yang dikukuhkan, 29 orang di antaranya menerima promosi jabatan, sementara selebihnya adalah rotasi dan mutasi dengan rincian 5 kepala TK, 181 kepala SD, dan 32 kepala SMP.
Baca juga :
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
Bupati menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan hal wajar dalam birokrasi dan tidak perlu disakralkan. Bahkan, ke depan ia menginginkan proses tersebut dilakukan secara dinamis dan tidak harus menunggu waktu lama.
“Saya ingin ada desakralisasi. Rotasi dan mutasi itu biasa saja. Bisa dilakukan kapan pun, bahkan di apel pagi. Ini bagian dari upaya meningkatkan performa kinerja,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan asas meritokrasi, serta mendorong terjadinya lompatan-lompatan inovatif di sektor pendidikan, terutama di tengah tantangan era disrupsi.

Terkait visi pendidikan, Bupati menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui konsep Pancawaluhya—Cageur, Bageur, Bener, Pinter, jeung Singer—yang harus diimplementasikan dalam kebijakan strategis di masing-masing sekolah. Ia berharap pendidikan di Kuningan tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, sosial, dan emosional.
Bupati menjelaskan bahwa pengukuhan kepala sekolah ini merupakan susulan setelah sebelumnya dilakukan rotasi struktural di Dinas Pendidikan.
“Jumlahnya kurang lebih 218 orang. Ada yang dirotasi dan ada yang dipromosikan, terutama untuk mengganti yang pensiun. Masih ada sekitar 31 orang lagi yang belum dikukuhkan karena ada perubahan pertek. Mudah-mudahan dengan penyegaran ini kualitas pendidikan Kuningan semakin meningkat,” pungkasnya. (Tan)**
