Cirebon, MI.com — Siswa MTs Negeri 7 Kuningan yang terletak di Desa/Kecamatan Jalaksana, berhasil meraih prestasi pada Kejuaraan Pencak Silat Pelajar se Jawa Barat Cirebon Mentereng Championship (CMC) 2025. Kejuaraan yang diinisiasi IPSI Kabupaten Cirebon ini digelar di GOR Ranggapati Sumber, Cirebon, 19 – 21 Desember 2025.
Pada kejuaraan tingkat provinsi tersebut, MTsN 7 Kuningan menurunkan 11 pesilat dan seluruhnya berhasil meraih medali, dengan rincian 1 medali emas, 7 medali perak dan 3 medali perunggu.
Capaian ini menunjukkan hasil pembinaan ekstrakurikuler berjalan secara konsisten di madrasah. Apalagi Kejuaraan Pencak Silat di Cirebon termasuk berskala besar di Jawa Barat.
Kejuaraan Cirebon Mentereng Championship 2025 diikuti oleh sekitar 2.100 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari usia dini, tingkat sekolah dasar, pra-remaja SMP/MTs, hingga remaja SMA/SMK.
Baca juga :
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
Medali emas diraih oleh Oktarika Aulia Qomarina (kelas IX). Medali perak diraih oleh Ashika Insyani (kelas IX), Friska Kharisma (kelas VIII), Mila Reyshawati S. (kelas VIII), Riezka Nuritsnaini (kelas VIII), Shalwa Agnia F. (kelas IX), Zievanka Poetrian C. (kelas IX), serta Nabila Az-Zahra (kelas VII).
Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Aisyah Ramadhani (kelas IX), Karrisa Nada Nikeisha (kelas VIII), dan Laila Putri Novianti (kelas VIII).
Pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sarana pembentukan sikap disiplin, sportivitas, keberanian, serta pengendalian diri.
Kepala MTsN 7 Kuningan, Ating Zainal Muttaqin, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih para siswanya. “Prestasi ini menunjukkan bahwa peserta didik madrasah mampu berkompetisi dan meraih hasil positif di tingkat provinsi. Kami mengapresiasi kerja keras siswa serta pembina yang telah melaksanakan pembinaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pembina pencak silat MTsN 7 Kuningan, Anton, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang terencana dan konsisten. “Latihan tidak hanya diarahkan pada teknik bertanding, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental yang baik,” jelasnya.
Salah satu peraih medali perak, Nabila Az-Zahra (kelas VII), mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil yang diraih. “Saya bersyukur dapat mewakili madrasah dan memperoleh hasil yang baik. Ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan,” tuturnya.
Melalui capaian tersebut, MTsN 7 Kuningan berharap pembinaan ekstrakurikuler pencak silat dapat terus dikembangkan sebagai wadah pengembangan potensi sekaligus pembentukan karakter peserta didik yang berprestasi dan berakhlak. (Intan Darmayanti)*
