Cilimus, MI.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus Kementerian Agama Kabupaten Kuningan kembali menggebrak. Kali ini dengan program inovatif unggulannya, The Most KUA.
Bersinergi dengan Puskesmas Cilimus, kegiatan penyuluhan terpadu ini menyasar ibu-ibu PKK serta kader Posyandu Sakura di Gedung Serbaguna Desa Bojong pada Senin (16/03/2026) lalu.
Mengusung tema “Ibu Hebat, Keluarga Kuat: Membangun Keluarga Sakinah dari Rumah”, acara ini menempatkan sosok ibu sebagai arsitek utama peradaban keluarga. Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus, Ust. Yudi Sofiyudin, hadir membedah nilai-nilai berkeluarga dengan merujuk pada literatur klasik (kitab kuning) yang kaya akan kearifan.
Dalam paparannya, ia mengutip Kitab Qurratul ‘Uyun untuk menjelaskan adab serta seni menumbuhkan kasih sayang antara suami istri. Tak hanya itu, materi diperdalam dengan rujukan Kitab Uqudul Lujjain yang mengulas secara detail keseimbangan hak dan kewajiban dalam rumah tangga.
Baca juga :
- Nikah di KUA Kini Makin Diminati Calon Pengantin
- The Most KUA Cilimus: Rahasia Ibu Hebat Bangun Keluarga Sakinah
- Massa Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Kuningan Caang Rp 117 Miliar
- BNN Kuningan dan Disdikbud Sinergi Selamatkan Generasi Muda dari Narkotika
“Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan lahir dan batin. Seorang ibu memiliki peran besar dalam menanamkan nilai keimanan dan menciptakan ketenangan di rumah,” jelas Ust. Yudi.
Ia juga memberikan tips praktis mengenai pentingnya ibadah berjamaah dan komunikasi yang melembutkan hati antaranggota keluarga.
Materi aspek spiritual, disampaikan oleh Mujib Burrohman, yang menyoroti pentingnya ketahanan fisik. Ia menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi mutlak agar aktivitas harian dan ibadah dapat berjalan optimal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyosialisasikan penguatan kerja sama antara KUA dan Puskesmas Cilimus, terutama dalam program pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin (catin). Program ini menjadi instrumen deteksi dini sekaligus persiapan vital sebelum pasangan memasuki gerbang pernikahan.
“Melalui kerja sama ini, pemeriksaan kesehatan bagi catin menjadi langkah preventif untuk menciptakan generasi masa depan yang berkualitas dan bebas stunting,” tambahnya.
Kegiatan The Most KUA ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan KUA Cilimus telah bertransformasi menjadi lebih holistik, mencakup aspek keagamaan sekaligus kesehatan. Antusiasme peserta yang aktif berdiskusi menunjukkan bahwa kebutuhan akan edukasi keluarga yang komprehensif sangat tinggi di tingkat desa.
Melalui inovasi ini, KUA Cilimus berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi lintas sektor. Harapannya, para ibu di Desa Bojong dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk mewujudkan keluarga yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh secara fisik menuju keluarga Indonesia yang berkualitas. (Kontributir: Raka GSM)
