Cilimus, MI.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus, Kemenag Kabupaten Kuningan dalam membina generasi muda mendapat perhatian serius dari pusat. Tim Urusan Agama Islam (Urais) Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) strategis pada Jumat (13/03/2026) lalu.
Fokus utama evaluasi ini adalah membedah pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) serta pemetaan statistik pernikahan dini di wilayah Cilimus selama lima tahun terakhir.
Tim Urais Kemenag RI melakukan penelusuran data mendalam untuk melihat sejauh mana program BRUS berdampak pada kesiapan mental dan spiritual remaja sebelum memasuki jenjang pernikahan. Data ini nantinya akan menjadi bahan analisis kebijakan nasional dalam menekan angka pernikahan usia dini.
Dalam sesi pemaparan, Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus sekaligus Fasilitator BRUS, Asep Sopiyudin, berhasil menyajikan data secara lengkap dan sistematis. Ia menjabarkan grafik kegiatan, jumlah peserta yang terlibat, hingga fluktuasi tren pernikahan remaja dengan sangat detail.
Baca juga :
- Tim Urais Kemenag RI Evaluasi Program BRUS KUA Cilimus
- Nikah di KUA Kini Makin Diminati Calon Pengantin
- The Most KUA Cilimus: Rahasia Ibu Hebat Bangun Keluarga Sakinah
- Massa Pertanyakan Kasus Dugaan Korupsi Kuningan Caang Rp 117 Miliar
Ketepatan data yang disajikan mendapat apresiasi karena menunjukkan KUA Cilimus memiliki sistem manajemen informasi yang baik. Hal ini membuktikan komitmen tinggi lembaga dalam menjalankan instruksi pusat secara terukur dan akuntabel.
Kepala KUA Cilimus, Jajang Ahmad Zarkasih, menyampaikan bahwa momen ini adalah waktu yang tepat untuk refleksi internal. Ia memandang bahwa masukan dari tim pusat akan menjadi kompas dalam meningkatkan kualitas edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga di sekolah-sekolah.
“Kami menyambut baik kunjungan ini. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi sejauh mana upaya pencegahan pernikahan dini yang telah kami lakukan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” ungkap Jajang. Ia juga menegaskan bahwa penyuluh adalah garda terdepan yang paling menentukan keberhasilan edukasi di lapangan.
Kunjungan monev ini mempertegas bahwa program di tingkat daerah harus berjalan selaras dengan visi besar Kementerian Agama. Melalui sinergi antara KUA, sekolah, dan orang tua, KUA Cilimus optimistis dapat terus menekan angka pernikahan dini dan menciptakan generasi muda yang siap secara fisik, mental, serta spiritual dalam membangun keluarga.
Dengan dukungan data yang akurat dan kerja sama tim yang solid, KUA Cilimus siap menjadi pilot project bagi pengelolaan program remaja yang transparan dan memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat luas. (Kontributor: Saepul Anam)
