Cilimus, MI.com — “Di saat manusia merasa paling lemah dan berada di titik terendah dalam hidupnya, justru itulah momentum terbaik untuk kembali bersandar sepenuhnya kepada pertolongan Allah SWT,” tegas Penghulu KUA Cilimus, Ust. Reyazul Jinan Haikal, S.Ag., dalam khutbah Jumat di Masjid Ath-Thohiriyyah, Desa Bojong, Jumat (19/12/2025).
Pernyataan tersebut merupakan bagian dari upaya Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus dalam memberikan penguatan rohani langsung ke tengah masyarakat. Kehadiran penghulu sebagai khatib dan imam ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan implementasi program penjadwalan khotib yang disusun secara sistematis oleh KUA Cilimus untuk menyentuh kebutuhan spiritual warga.
Ust. Reyazul memberikan solusi praktis bagi jamaah yang mungkin sedang menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, maupun tekanan batin. Ia merujuk pada kisah Nabi Yunus AS sebagai teladan utama dalam menghadapi kegelapan hidup.
Baca juga :
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
Dalam khutbahnya, ia menekankan tiga nilai utama yang harus dihidupkan oleh setiap mukmin:
- Tauhid: Menanamkan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberi solusi.
- Tasbih: Senantiasa mensucikan dan berprasangka baik atas segala ketentuan Allah.
- Kejujuran: Mengakui segala kekhilafan dan dosa sebagai pintu pembuka ampunan.
“Dengan ketiga sikap tersebut, seorang hamba tidak akan mudah berputus asa. Ketenangan batin akan hadir, dan jalan keluar akan terbuka bagi mereka yang bersungguh-sungguh memperbaiki diri,” ujar Ust. Reyazul.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dusun Pahing, Ade Kusmana, beserta ulama setempat. KUA CIlimus berkomitmen penuh untuk hadir lebih dari sekadar urusan administrasi pernikahan atau keagamaan.
“Kami ingin memperkuat peran KUA dalam pembinaan spiritual masyarakat. Turunnya penghulu dan penyuluh ke masjid-masjid adalah cara kami mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memastikan pesan-pesan agama yang menyejukkan sampai ke seluruh lapisan jamaah,” ungkap pihak KUA melalui laporan kegiatan tersebut.
Masyarakat Desa Bojong menyambut positif program ini. Khutbah yang disampaikan dengan bahasa lugas dan menenangkan dinilai sangat relevan dengan dinamika sosial saat ini. Melalui agenda rutin ini, KUA Cilimus berharap dapat membangun masyarakat yang tangguh secara mental dan kuat secara iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. (Muslihudin)
