Kuningan, MI.com — Macan Tutul yang terdampar di Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim gabungan selanjutnya dibawa ke Penangkaran Konservasi Zoo Lembang Kabupaten Bandung, yang merupakan lembaga mitra BKSDA.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam(BKSDA) Provinsi Jawa Barat Wilayah Cirebon Slamet Priambada, kepada awak media Rabu 27 Agustus 2025.
Seperti dikabarkan Selasa pagi pukul 09.00 WIB, warga Desa Kutamandarakan digegerkan oleh seekor macan tutul yang tiba-tiba masuk ke ruangan bekas Balai Desa setempat. Hewan liar itu saat ditemukan berada di salah satu ruangan lama hingga membuat warga panik dan dihantui ketakutan.
Macan tutul berjenis kelamin jantan tersebut berasal dari Bukit Barisan dan diperkirakan berusia sekitar 3 tahun. Diharapkan selama berada di penangkaran kondisi kesehatannya dapat dipulihkan. Rencananya sekitar satu bulan dievakuasi disini kemudian akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
Bupati Kuningan Dr.H. Dian Rachmat Yanuar , mengatakan, beberapa minggu terakhir ini masyarakat Kuningan sempat diresahkan oleh kasus kematian ternak domba di desa Tundagan Kecamatan Hantara, yang diduga akibat serangan macan tutul. Bahkan, laporan terbaru puluhan ternak mati diserang ‘Ajag’ anjing liar di Kecamatan Japara.
Berdasarkan update data sementara, tercatat sekitar 106 ekor kambing dan domba jadi korban keganasan Macan tutul dan Anjing liar. . Peternak terdampak sudah diberikan stimulan dari pemerintah daerah melalui BPBD.
Bupati Dian menghimbau masyarakat, agar menjaga kelestarian hutan dan tidak merusak habitat satwa liar. Menurutnya, rantai makanan yang terganggu di hutan membuat hewan predator turun ke pemukiman untuk mencari makan.
“Ini jadi pembelajaran bagi kita semua. Jangan sampai hutan dan rantai makanan di dalamnya terganggu. Kita akan segera melakukan focus group discussion dengan pemerhati lingkungan untuk mengambil langkah lebih lanjut,” pungkasnya.
Kronologis terdampaknya macan tutul tersebut, menurut Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, pertama kali terlihat oleh seorang pekerja bangunan yang hendak mengambil perkakas. Ia sangat kaget dan langsung lari, memberi tahu warga lainnya.
“Macan tutul itu berwarna kuning dengan corak hitam. Awalnya ditemukan Senin malam, lalu pagi harinya terlihat lagi oleh pekerja bangunan. Karena ruangan lama bekas Balai Desa, macan akhirnya terjebak di sana,” .
Sementara itu, Tim gabungan BPBD, Kepolisian, TNI, UPT Damkar dan warga segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Akhirnya Macan tutul itu berhasil di evakuasi setelah macan itu dilumpuhkan dengan obat bius, yang disiapkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat dari Bandung. (H Wawan Jr)
