Kuningan, MI.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, ikut berperan aktif dalam kegiatan Rembug Stunting yang digelar di Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, Jumat (29/08/2025) lalu.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Camat Cibeureum Asep Dudi Riyadi, SE, M.Si., Kepala UPTD Puskesmas Cibeureum dr. Abik Basyar, Kepala Desa Sukadana Daswa, jajaran perangkat desa, organisasi kemasyarakatan, serta Ketua TP PKK Desa Sukadana bersama Kader Posyandu.
Asep Dudi Riyadi yang menegaskan pentingnya sinergi semua elemen masyarakat dalam menekan angka stunting. “Pencegahan stunting harus dimulai dari edukasi kepada masyarakat dan pendampingan keluarga. Semua pihak, baik pemerintah, tokoh agama, maupun kader kesehatan harus saling mendukung,” ujarnya.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
dr. Abik memaparkan pengertian stunting, penyebab, serta dampak jangka panjangnya. Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak 1.000 hari pertama kehidupan anak.
Sementara itu, H. Ishak menyampaikan materi tentang pernikahan dini dan kaitannya dengan stunting. Ia juga menekankan pentingnya edukasi agama untuk mencegah pernikahan usia anak dan membangun keluarga yang sehat secara jasmani maupun rohani.
“Pernikahan dini sering kali berdampak pada ketidaksiapan mental dan fisik perempuan dalam menghadapi kehamilan dan pengasuhan anak. Hal ini menjadi salah satu faktor risiko stunting yang perlu kita tangani bersama,” tegasnya.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber yang memadukan perspektif kesehatan, sosial, dan keagamaan. Forum ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam menanggulangi stunting di Desa Sukadana, sekaligus menguatkan komitmen bersama untuk membentuk generasi yang sehat dan berkualitas. (Qonita)
