Kuningan, MI.com — Kondisi jalan kabupaten di berbagai kecamatan Kuningan dalam waktu dekat akan kembali mulus, selama ini kondisinya banyak yang sudah rusak.
Hal ini menyusul instruksi langsung Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk segera menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan.
Kepala DPUTR Kuningan, Ir. I Putu Bagisna, MT., menjelaskan bahwa pada tahun 2025 terdapat 117 titik jalan yang akan mendapat perbaikan. Pekerjaan tersebut akan dibiayai dari alokasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Provinsi Jawa Barat senilai Rp37 miliar.
“Masyarakat perlu tahu, anggaran sebesar Tiga puluh tujuh Miliar khusus diperuntukkan untuk perbaikan jalan di 117 titik prioritas. Insya Allah, pelaksanaan akan segera dimulai,” ujar Putu Bagiasna, Rabu 3 September 2025 dilansir dari radarkuningan.com.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR juga menyetujui perbaikan jalan Cidahu–Luragung, terutama di wilayah Dusun Getrek yang kondisinya rusak parah.
Jalan sepanjang 5,2 kilometer tersebut akan dibiayai dengan dana sebesar Rp8,5 miliar melalui skema Inpres.
“Perbaikan jalan ini menggunakan hotmix, bukan beton, sesuai kebijakan Kementerian PUPR. Nantinya ruas Cidahu–Luragung akan menjadi salah satu akses unggulan di timur Kuningan,” jelas Putu.

Ruas Jalan Panawuan – Bojong Kabupaten Kuningan kondisinya rusak parah
Launching pengerjaan jalan akan dilakukan langsung oleh Bupati di ruas Sumur Wiru–Sukarapih–Cimara, sebagai realisasi janji 100 hari kerja.
Sebelumnya, Pemkab sudah berhasil merehabilitasi jalan sepanjang 130,6 kilometer. Kini giliran 117 ruas tambahan dengan panjang 47 kilometer yang akan ditangani.
Meski pihaknya juga mengusulkan beberapa ruas lain, seperti Cageur–Hantara, hanya satu jalur yang disetujui pemerintah pusat, yakni Cidahu–Luragung.
Putu berharap proses lelang bisa segera selesai sehingga pekerjaan dapat dimulai pada September dan tuntas dalam waktu 90 hari kerja.
Ia menambahkan, beberapa ruas jalan yang sempat viral dan banyak dikeluhkan masyarakat, seperti Japara–Cengal–Cikeleng, Babakanjati–Cigandamekar hingga perbatasan Cirebon.
Bangun Jaya–Ciamis, serta Caracas–Cibuntu, juga akan menjadi perhatian dalam program perbaikan infrastruktur berikutnya. (Tan)**
