JAKARTA, MI.com — Hendry Ch Bangun menyampaikan terima kasih atas tawaran untuk masuk dalam kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025-2030. Namun, ia menegaskan memilih berada di luar struktur dan mendukung Ahmad Munir yang terpilih sebagai Ketua Umum PWI 2025-2030 agar menjalankan amanah hingga tuntas.
“Saya dihubungi dan diminta bergabung, tetapi memilih berada di luar kepengurusan,” kata Hendry Ch Bangun, Kamis 4 September, dilansir dari VOI.id.
Mantan Ketua Umum PWI Pusat hasil Kongres Bandung 2023 itu menghargai berbagai usulan, termasuk dari Menkomdigi Meutya Hafidz yang sempat diberitakan media massa. Menurutnya, ada dua alasan utama menolak tawaran masuk struktur.
Pertama, ia sudah membuktikan saat menjabat Anggota dan Wakil Ketua Dewan Pers 2019–2022. Meski tidak menjadi pengurus, Hendry tetap bisa maksimal membantu verifikasi media anggota PWI. Begitu juga dalam memperjuangkan uji kompetensi wartawan (UKW) yang dibiayai APBN melalui Lembaga Uji PWI.
BACA JUGA:
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
“Bagi saya, membantu media teman-teman PWI terverifikasi adalah tanggung jawab moral, walau tidak jadi pengurus,” ujarnya.
“Begitu juga dengan usulan UKW, PWI selalu mendapat jatah terbanyak karena faktanya anggota PWI memang paling banyak dibanding konstituen Dewan Pers lain.”
Kedua, Hendry menolak bekerja bersama orang-orang yang pernah memfitnahnya dengan tuduhan korupsi dan penyalahgunaan jabatan. Polda Metro Jaya telah menyatakan tuduhan itu tidak terbukti melalui Surat Penghentian Penyelidikan (SP2Lidik) tertanggal 4 Juni 2025.
“Saya difitnah selama setahun lebih dengan pemberitaan masif dan sistematis. Terbukti tuduhan tidak benar. Tapi mereka tidak pernah minta maaf. Bagaimana mungkin saya satu kepengurusan dengan mereka,” tegasnya.
Hendry berharap pengalaman pahit pendongkelan dirinya oleh oknum Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan, dan Pengurus PWI Pusat tak lagi terulang. Menurutnya, peristiwa itu sempat menghentikan program kerja organisasi dan merusak reputasi PWI di mata publik.
“Biarlah saya yang terakhir mengalaminya. Kalau ingin jadi Ketua Umum PWI Pusat, gunakan cara-cara sehat sesuai PD/PRT,” ujar wartawan senior Kompas selama 34 tahun itu.
Karena itu, Hendry menyatakan dukungannya kepada Ahmad Munir Ketua Umum PWI 2025-2030 agar menjalankan tugas hingga akhir periode. “Semoga PWI maju dan berfungsi sebagai organisasi wartawan yang bukan hanya tertua dan terbesar, tetapi juga terbaik,” tutupnya. (Tan)**
