Kuningan, MI.com — Hujan deras disertai angin kencang melanda dua Dusun di Desa/Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Jumat (31/10/2025) pukul 14.50 WIB, mengakibatkan sebelas rumah warga rusak.
Angin kencang menerbangkan genteng dan atap rumah warga di tiga RT. Rumah yang rusak diantaranya milik Muklas, Beruk, Idik, Nano, Sahud, Uci, Hasam, Naseudin, Dadi, Sahrudin, dan Adiharto tercatat mengalami kerusakan paling parah di bagian atap dan tembok.
“Beberapa genteng rumah warga terbawa angin, bahkan ada yang temboknya sampai retak-retak,” ujar Adiharto, salah satu warga terdampak di RT 02 RW 01 Desa Subang. Ia menambahkan, warga kini saling membantu membersihkan material bangunan yang rusak.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
“Kami bersama masyarakat langsung bergotong royong membersihkan puing-puing sambil menunggu bantuan dari pihak pemerintah,” ujarnya.
Selain rumah warga, lampu penerangan jalan (PJU) di wilayah tersebut juga ikut terdampak hingga miring akibat terpaan angin. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu.
“Kami menerima laporan kejadian angin kencang di Desa Subang sore tadi. Alhamdulillah, laporan sementara tidak ada korban jiwa,” ujar Indra Bayu.
Indra Bayu menjelaskan, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 14.50 WIB terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang menerjang permukiman warga di Dusun Manis.
Berdasarkan data sementara yang diterima BPBD, kerusakan terjadi di tiga Rukun Tetangga (RT) yang berbeda. ”Di RT 11 RW 03, lima rumah milik warga atas nama Muklas, Beruk, Idik, Nano, dan Sahud mengalami kerusakan pada bagian genteng yang terbawa angin,” rinci Indra.
Kerusakan serupa juga terjadi di RT 02 RW 01, menimpa lima rumah milik Hasam, Nasehudin, Dadi, Sahrudin, dan Mas Adiharto, yang sebagian besar gentengnya beterbangan. Indra menambahkan, kerusakan yang cukup signifikan terjadi di RT 13 RW 03.
Satu rumah milik Uci (55) yang dihuni oleh lima jiwa, mengalami kerusakan berat. ”Atap rumah korban yang terbuat dari asbes dan spandek terbang seluruhnya terbawa angin. Selain itu, dilaporkan pula tembok rumah mengalami keretakan,” jelasnya.
Selain merusak permukiman, angin kencang juga berdampak pada fasilitas umum. “Beberapa tiang lampu penerangan jalan umum (PJU) dilaporkan miring akibat tidak kuat menahan hembusan angin,” tambah Indra.

Angin kencanng menghantam rumah Yandi (41) di Desa/Kecamatan Darma, Jumat (31/10/2025) sore
Lebih lanjut, Indra menyatakan bahwa penanganan darurat langsung dilakukan sesaat setelah kejadian. Warga bersama pemilik rumah bergotong royong membersihkan puing-puing material atap yang rusak.
“Saat ini penanganan di lokasi sedang dilakukan oleh warga. Pihak pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan kami (BPBD), aparat Kecamatan, TNI, dan Polri untuk assessment lebih lanjut,” pungkasnya.
Hal serupa terjadi menerpa atap rumah Yandi (41) dan sebuah saung berukuran 9 meter persegi diterpa angin kencang di Dusun Ciook, Desa Darma, Kecamatan Darma. “Hujan deras disertai angin datang tiba-tiba. Atap samping rumah dan saung saya langsung terangkat,” ungkap Yandi. Ia mengatakan belum bisa memperbaiki kerusakan karena kondisi cuaca yang masih hujan ringan. (Tan)**
