Kuningan, MI.com — Kelurahan Kuningan, merupakan miniatur Indonesia terkait keberagaman budaya, adat, agama dan kepercayaan. Namun pada sisi lain, Kelurahan dengan penduduk terbanyak di Kabupaten Kuningan yang didominasi kaum muslimin ini, tapi minim petugas Kifayah.
Terkait kedua hal tersebut, Lurah Kuningan, Dadi Setiadi, S.Sos mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan pelatihan Kifayah yang diadakan di Aula Kantor Kelurahan Kuningan, Jumat (31/10/2025).
Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Komandan Sub Denpom III/3-6 Kuningan Kapten CPM Dadang Surahman, SE., Babinsa Sertu Yusuf Pahtiar, Ketua LPM Drs. H. Uca Sukarsa, M.Pd, Kasi Kesra Kecamatan Kuningan Ismiyati, S.IP, MM., Ketua MUI Kelurahan Kuningan, para ketua RW, para tokoh agama Islam, Katolik, Kristen, dan Khong Hucu, serta para peserta pelatihan Kifayah.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Lurah Kuningan, Dadi Setiadi menjelaskan, Kelurahan Kuningan sama seperti Cigugur merupakan miniatur Indonesia karena memiliki keberagaman agama, budaya dan kepercayaan yang berbeda, namun tetap kompak dan bersatu.
Adapun tujuan mengadakan peningkatan kapasitas FKUB ini untuk menjaga kerukunan interal umat beragama, kerukuran antar umat beragama, dan sinergitas antara umat beragama dengan pemerintah.
Di Kelurahan Kuningan meski berbeda budaya, agama dan kepercayaan, tetapi dapat menjaga kebersamaan dan persatuan. Seperti ketika perayaan Idul Fitri, umat dari agama lain mengunjungi umat muslim, termasuk ketika ada tetangga yang meninggal dunia. Meskipun berbeda keyakinan tetapi tetap hadir.
“Hal ini menunjukkan tingginya toleransi antar umat beragama, sehingga kerukunan dan persatuan tetap terjaga.” ucap dia.
Pada sisi lain Ia mengakui, meskipun Kelurahan Kuningan memiliki 60 RT dan 9 RW dengan penduduk 14.000 jiwa yang mayoritas muslim, namun kesulitan untuk mencari petugas Kifayah (petugas yang mengurus jenazah).

Ade Yusuf, Ketua PD IPARI Kabupaten Kuningan didampingi Kasi Kesra Kelurahan Kuningan Asep Kamaludin, memberikan materi dalam acara peningkatan kapasitas FKUB di Aula Kantor Kelurahan Kuningan, Jumat (31/10/2025)
Apalagi ketika petugas Kifayah itu hanya satu di lingkungan, sementara itu ketika ada petugas yang sakit, sulit untuk menggantinya. Pasalnya, petugas Kifayah perempuan tidak bisa saling menggantikan, sehingga sebagai solusinya harus mendatangkan dari luar Kelurahan Kuningan, seperti dari Purwawinangun atau Awirarangan.
“Karena itulah hari ini diadakan pelatihan Kifayah, dan alhamdulillah ternyata peminatnya cukup banyak mencapai 12 orang. Terima kasih semoga menjadi amal baik, untuk ibu dan bapak.” ucap Lurah Dadi.
Ketua LPM Kuningan, Drs. H. Uca Sukarsa, M.Pd mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Lurah Kuningan dengan mengadakan Forum FKUB yang pertama di Keluruhan Kuningan. Begitu juga dengan adanya pelatihan Kifayah ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk menangani jenazah.
“Terima kasih kepada ibu dan bapak yang telah dengan ikhlas mau menjadi petugas Kifayah. Harapan kami semoga setidaknya di setiap RW itu ada dua petugas Kifayah, laki-laki dan perempuan.” ucap dia.

Ustad Agus Romli memberikan materi teori dan praktek tata cara pulasara jenazah di Aula Kantor Lurah Kuningan, Jumat (31/10/2025)
Materi terkait FKUB disampaikan oleh Ade Yusuf, S.Ag, Ketua PD IPARI Kabupaten Kuningan, sekaligus penyuluh KUA Kecamatan Cigugur. Ade Yusuf menjelaskan, Indonesia merukan bangsa yang heterogen yang beragam budaya, agama, keyakinan dan kepercayaan, namun tetap utuh dan harmonis karena diikat oleh Pancasila dan UUD 1945.
Dalam Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 disebutkan, Negara menjamin setiap penduduk untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing. Di Kabupaten Kuningan saat ini telah ada moderasi diantaranya di Kelurahan Cigugur, Kancana Desa Situgede Kecamatan Subang, dan Cibunut Desa Cirukem Kecamatan Garawangi.
Ia menyebutkan, ada 4 ciri indikator kerukunan umat beragama, yakni: komitemen kebangsaan, toleransi antar umat beragama, anti kekerasan (panatik buta), dan adaptif terhadap budaya lokal.
Sementara materi pelatihan Kifayah disampaikan oleh Ustad Agus Romli, diikuti oleh 12 peserta (7 perempuan dan 5 laki-laki). (Tan)*
