Kuningan, MI.com — Satlantas Polres Kuningan berhasil menjaring 1.200 kendaraan bermotor dengan sanksi teguran dalam Operasi Zebra 2025 sekaligus edukasi keselamatan berlalu lintas.
Dalam operasi zebra itu, Satlantas Polres Kuningan juga membagikan helm SNI, kopi, pengobatan gratis, dan stiker imbauan kepada para pengendara di Terminal Kelas A Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, Kuningan, Kamis (27/11/2025). Hal itu disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Pandu Renata melalui KBO Satlantas Polres Kuningan, IPTU Deni Supriyana, kepada awak media.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Menurut IPTU Deni Supriyana, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menekan angka kecelaaan, khususnya pengendara roda dua. Edukasi ini lanjut Deni, sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat. Disamping itu mengingatkan pentingnya berkendara terutama penggunaan Helm standar SNI.
“Melalui Operasi Zebra ini, kami tidak hanya melakukan penegakan hukum, tetapi mengedepankan edukasi. Pembagian helm, kopi juga pengobatan gratis dan stiker merupakan bentuk perhatian kami, agar masyarakat selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara,” ujar IPTU Deni.
Ia menyebutkan, temuan di lapangan masih banyak pengendara yang abai menggunakan helm SNI, baik pengendara utama maupun penumpang. Karena itu, kegiatan humanis seperti ini terus digencarkan selama operasi berlangsung.

KBO Polres Kuningan, IPTU Deni Supriyana membagikan helm kepada pemotor yang tidak menggunakan helm saat Operasi Zebra, Kamis (27/11/2025) di depan Terminal type A Kertawinangun
Polres Kuningan menghimbau masyarakat, tentang pentingnya tertib berlalu lintas, mulai dari penggunaan helm, kelengkapan kendaraan, hingga mematuhi rambu-rambu lalu lintas. “Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat,” harap dia.
“Keselamatan adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Dengan disiplin berlalu lintas, kita dapat menekan potensi kecelakaan dan menciptakan Kuningan yang lebih aman,” tegasnya.
Operasi Zebra 2025 dijadwalkan berlangsung hingga 30 November 2025 dengan fokus penertiban pelanggaran yang berpotensi kecelakaan, seperti tidak memakai helm, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, serta pelanggaran lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan secara preemtif dan prepentif,” pungkasnya. (H. Wawan Jr)**
