Jakarta, MI.com — Dewan Pers menggelar Anugerah Dewan Pers 2025 pada Rabu, 10 Desember 2025 di Balai Kota DKI Jakarta. Anugerah Dewan Pers kali ini mengangkat tema Tegas Menjaga Kemerdekaan Pers dengan subtema “Tokoh-tokoh Bangsa Penjaga Kemerdekaan Pers.”
Tema ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan atas banyaknya tekanan politik, ekonomi, dan perubahan teknologi kepada insan pers.
Dilansir dari dewanpers.or.id, melalui penghargaan ini, Dewan Pers ingin meneguhkan pesan, kemerdekaan pers adalah tanggung jawab bersama, dan penguatan demokrasi hanya dapat terwujud dengan adanya kolaborasi antara pers, masyarakat sipil, dan tokoh bangsa.
Baca juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mengatakan anugerah ini diberikan tidak hanya kepada insan pers, tetapi juga kepada tokoh masyarakat yang menunjukkan komitmen, keberanian, serta konsistensi dalam mendukung kemerdekaan pers, memperjuangkan nilai demokrasi, dan melindungi keberlanjutan ekosistem media di Indonesia.
“Anugerah Dewan Pers bukan sekadar acara seremonial, tetapi bentuk apresiasi terhadap tokoh dan lembaga yang telah memberi kontribusi bagi kemerdekaan pers dan profesi jurnalistik,” ujar Komaruddin.
Menurut dia, dalam perjalanannya, kemerdekaan pers tidak berdiri sendiri. Ia senantiasa membutuhkan dukungan berbagai elemen bangsa, baik individu, lembaga, maupun tokoh masyarakat, yang memahami pentingnya pers sebagai pilar keempat demokrasi dan penyeimbang kekuasaan. Dukungan nyata dari tokoh masyarakat dalam menjaga dan memperkuat kemerdekaan pers menjadi salah satu pilar utama tegaknya demokrasi di Indonesia.
Tiga Penghargaan
Ada tiga penghargaan yang diberikan kepada tiga tokoh pers di Anugerah Dewan Pers 2025. Masing-masing adalah Penghargaan Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian, Tokoh Pers, serta Jurnalis Tangguh.
Ketiga tokoh ini dipilih melalui musyawarah sembilan anggota Dewan Pers pada awal Oktober 2025, dan rembuk dengan konstituen.
Atas pertimbangan tersebut, Dewan Pers bersama konstituen memilih tiga sosok yang layak menerima penghargaan malam ini, yakni M Jusuf Kalla sebagai Tokoh Kemanusiaan dan Perdamaian, Jakob Oetama sebagai Tokoh Pers, dan Muhamad Rifky Juliana sebagai Jurnalis Tangguh. (Tan)**
