Kuningan, MI.com — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kuningan mengintensifkan upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) dengan menggencarkan sosialisasi dan edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dengan menyasar tiga wilayah strategis, yakni Desa Garawangi Kecamatan Garawangi, Desa Linggajaya Kecamatan Ciwaru, dan Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, Selasa (24/12/2025).
Sosialisasi pertama berlangsung di Kantor Desa Garawangi, dihadiri oleh Kapolsek Garawangi Iptu Endar Kuswanadi, Camat Garawangi yang diwakili Kepala Seksi Trantib Heryanto, S.Sos, serta unsur masyarakat desa. Giat dibuka oleh Kepala Desa Garawangi, Haswidi, SE. Ia menagaskan narkoba merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan generasi muda dan masa depan bangsa.
Baca juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
“Penyalahgunaan narkoba adalah tantangan besar yang harus kita hadapi bersama. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. Mari saling menjaga dan melindungi generasi kita agar terhindar dari narkoba,” ujar Haswidi.
Sementara materi disampaikan oleh Penyuluh BNNK Kuningan, Ine Juniar Kurniawati yang diikuti oleh 25 peserta dari unsur masyarakat, antara lain Karang Taruna, PKK, BPD, serta perangkat desa. Penyampaian materi tidak hanya menekankan pada pemahaman bahaya narkoba, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif sebagai agen pencegahan di lingkungannya masing-masing.

Penyuluh BNNK Kuningan, Ine Juniar Kurniwati yang diikuti oleh 25 peserta dari unsur Karang Taruna, PKK, BPD, dan perangkat desa di Kantor Desa Garawangi, Selasa (24/12/2025)
Pelaksanaan sosialisasi secara serentak di tiga desa bertujuan agar pesan “Anti Narkoba” dapat tersampaikan secara merata kepada seluruh lapisan masyarakat. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan mampu membangun kesadaran kolektif untuk menjaga masa depan generasi anak cucu dari ancaman narkoba.
Melalui kolaborasi dan sinergi antara BNNK Kuningan dengan pemerintah desa, desa diharapkan semakin kuat sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak buruk narkotika, kegiatan ini juga memberikan informasi terkait layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan masyarakat Kabupaten Kuningan yang cerdas, waspada, dan berani mengatakan tidak pada narkoba. Dengan sinergi yang berkelanjutan, Kabupaten Kuningan diharapkan semakin kokoh sebagai wilayah BERSINAR—Bersih dari Narkoba. Bersama kita bisa! #WarOnDrugsForHumanity. (Tan)**
