Jakarta, MI.com — Upaya penyelamatan Warga Negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali menunjukkan hasil nyata. Bareskrim Polriberhasil memulangkan sembilan WNI dari Kamboja ke Indonesia, termasuk sepasang suami istri asal Dusun Babakan Lor, Desa Galaherang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan.
Seluruh korban tiba dengan selamat di Jakarta pada Jumat malam (26/12/2025) sekitar pukul 20.00 WIB. Proses pemulangan ini menjadi perhatian publik karena dilakukan dalam waktu relatif cepat berkat koordinasi lintas lembaga.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar hadir langsung atas undangan Bareskrim Polri dalam konferensi pers pemulangan pekerja migran Indonesia di Mabes Polri.
Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya perlindungan warga negara di luar negeri.
Dalam pernyataannya, Bupati Dian menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas keberhasilan Polri dalam menyelamatkan warganya dari jerat perdagangan orang lintas negara.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, masyarakat, dan keluarga korban, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden RI, Kapolri, Kabareskrim, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, serta seluruh jajaran yang telah bekerja tanpa lelah,” ungkapnya.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Didampingi Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar, Bupati Dian menilai penanganan kasus ini sebagai bukti nyata profesionalisme Polri dalam melindungi rakyat.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar bersama Presiden KSPSI dan Kapolres Kuningan, AKBP Muhammad Ali Akbar foto bersama usai menghadiri konferensi pers pemulangan korban TPPO di Bareskrim Polri Mabes Polri, Jumat malam 26 Desember 2025. (istimewa)
Menurutnya, langkah cepat dan responsif aparat kepolisian tidak hanya menghadirkan rasa keadilan, tetapi juga memberi harapan baru bagi korban dan keluarganya. “Ini di luar dugaan. Prosesnya cepat dan sangat profesional. Negara benar-benar hadir memberikan perlindungan bagi warganya,” tegasnya.
Bupati Dian juga menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, khususnya calon pekerja migran, agar tidak mudah tergiur iming-iming pekerjaan bergaji tinggi tanpa prosedur resmi.
Orang nomor satu di Kota Kuda itu mengimbau warga untuk selalu memastikan jalur penyaluran kerja ke luar negeri dilakukan secara legal, terdaftar, dan diawasi oleh pemerintah.
Penjelasan Bareskrim Polri
Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Syahardiantono menjelaskan bahwa pemulangan sembilan korban TPPO ini merupakan hasil kerja sama Polri dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI Phnom Penh, BP2MI, serta instansi terkait lainnya.
“Alhamdulillah, sembilan saudara kita berhasil dipulangkan dengan selamat. Ini bukti bahwa negara tidak tinggal diam dalam melindungi WNI dari kejahatan perdagangan orang,” ujarnya.
Langkah cepat tersebut, lanjutnya, merupakan implementasi langsung arahan Presiden Republik Indonesia dalam Asta Cita poin ketujuh, yakni penegakan supremasi hukum dan perlindungan maksimal bagi warga negara.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menilai pemulangan ini sebagai salah satu proses tercepat yang pernah dilakukan dan menjadi contoh konkret keberpihakan negara kepada rakyat.
Andi Gani mengungkapkan telah menjalin koordinasi dengan konfederasi buruh di Kamboja untuk memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia di kawasan ASEAN.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol M. Irhamni mengungkapkan, kasus ini bermula dari laporan keluarga korban serta video permohonan bantuan yang sempat viral di media sosial. Para korban awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi dan seluruh biaya keberangkatan ditanggung.
Namun, setibanya di Kamboja, mereka justru dipaksa bekerja sebagai admin judi daring dan pelaku penipuan (scammer), serta mengalami kekerasan fisik dan tekanan psikologis. Dari hasil penyelidikan, sembilan korban terdiri atas tiga perempuan dan enam laki-laki yang berasal dari Jawa Barat (termasuk Kuningan), DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara.
Salah satu korban diketahui tengah hamil enam bulan dan mendapatkan pendampingan medis selama proses pemulangan.
Bareskrim Polri memastikan akan menindak tegas para pelaku dengan menjerat mereka menggunakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Bareskrim Polri juga terus memburu jaringan lain yang terlibat dalam praktik perdangan orang lintas negara tersebut. Konferensi pers pemulangan korban TPPO ini turut dihadiri sejumlah pejabat lintas instansi, antara lain Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin, Wakil Kepala Baintelkam Polri Irjen Pol Nanang Rudi Supriatna.
Direktur Pengawasan BP2MI Brigjen Pol Eko Iswantono, Direktur TPPO Brigjen Pol Nurul Azizah, serta Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Yossy Aprizal, bersama jajaran kepolisian daerah dan instansi terkait lainnya.

Pengurs MPK bersama korban TPPO di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (26/12/2025) malam
MPK Sambut baik Pemulangan Korban
9 Korban TPPO telah berhasil di selamatkan Desk Ketenagakerjaan DirTipidter Bareskrim Mabes Polri. Para korban sampai di Indonesia pukul 19.42 WIB menumpangi pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 475, pesawat sempat dellaay 1 jam dari jadwal yg di tentukan.
DirTipidter akan terus mengungkap dan mengejar para agen dugaan TPPO Kamboja, karena di duga masih ada sekitar 600 orangan WNI yang terdampar di Kamboja. 9 korban TPPO yang kali ini di selamatkan tetap di pantau selama beberapa waktu ke depan dengan di kenakan wajib lapor di Polsek setempat.
“Kami dari MPK merasa sangat senang dan terharu, perjuangan selama kurang lebih 21 hari ini membuahkan hasil yang luar biasa. Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Penasehat Kapolri Andi Gani Nena Wea yang sangat mengatensi aduan kami, terutama kepada Kapolres kuningan AKBP M. Ali Akbar yang telah banyak memfasilitasi kami dalam memperjuangkan pemulangan para korban.” Ucap Yusuf Dandi Asih, ketua MPK, Sabtu (27/12/2025).
“Harapan kami, hal ini tidak pernah terjadi lagi, dan semoga semua WNI yang akan berangkat keluar negri bisa memilih negara tujuan dan jenis pekerjaan secara tepat dan legal.’ Pungkas dia. (Tan)**
IB
