Kuningan, MI.com — Warga Kecamatan Garawangi Kabupaten Kuningan dihebohkan dengan penemuan jenazah Dedi Rukadi (DR) 60 tahun, di area persawahan Blok Sumur Girang, Dusun Wage, RT 05 RW 02 Desa Citiusari, Minggu (28/12/2025) pukul 05.30 WIB.
Mayat DR, buruh harian lepas, warga Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi, pertama kali ditemukan oleh S (65) yang hendak mengolah sawah di lokasi kejadian. S menuturkan, saat tiba di sawah sekitar pukul 05.20 WIB, ia melihat sosok laki-laki tergeletak di tengah sawah dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Dilansir dari fox.news.com, saksi kemudian melaporkan temuannya kepada Pemerintah Desa Citiusari sekitar pukul 06.00 WIB. Laporan itu segera diteruskan kepada Babinsa Koramil 1513 Garawangi dan Piket Polsek Garawangi.
Baca juga :
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
Petugas gabungan bersama perangkat desa mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 06.10 WIB untuk melakukan pengecekan awal. Karena identitas korban belum diketahui, aparat desa kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Purwasari setelah mencocokkan ciri-ciri pakaian korban melalui dokumentasi foto.
Hasilnya dipastikan bahwa korban merupakan warga Dusun Puhun, RT 016 RW 004, Desa Purwasari, Kecamatan Garawangi.
Sekitar pukul 06.40 WIB, Tim Inafis dari Polres Kuningan tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta memasang garis polisi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan identifikasi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah proses tersebut selesai, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Purwasari.

Jenazah DR dievakuasi oleh petugas Polres Kuningan dan Babinsa ke rumah korban di Desa Purwasari Kecamatan Garawangi. (foto:h wawan jr)
Pihak kepolisian kemudian menyerahkan jenazah kepada keluarga sekitar pukul 07.00 WIB untuk segera dimakamkan. Keluarga korban menyampaikan bahwa Dedi Rukadi diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan sejak Sabtu sore sebelumnya telah meninggalkan rumah. Atas dasar tersebut, keluarga menolak dilakukan tindakan otopsi dan menyatakan kejadian tersebut sebagai musibah.
“Kami menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi,” ujar perwakilan keluarga korban secara lisan kepada petugas di lokasi.
Selama proses penanganan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aparat kepolisian bersama unsur TNI dan pemerintah desa telah melaksanakan prosedur penanganan sesuai ketentuan serta berkoordinasi lintas pihak hingga proses pemakaman korban diserahkan sepenuhnya kepada keluarga. (tan)***
