Kuningan, MI.com — Kita harus selalu waspada dimusim hujan ini, karena adanya ancaman pohon tumbang dan hujan deras yang dapat mengakibatkan rumah atau bangunan ambruk. Tebaru rumah milik Sahroni, 68 tahun, di Blok Kauman Dusun Manis RT 03 RW 01 Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Sabtu (31/12/2026) pukul 04.15 WIB, ambaruk.
Kronologis kejadian, pada Jumat (30/1/2026) terjadi hujan dengan intensitas sedang, dari pukul 02.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB, mengakibatkan satu unit rumah yang sudah lapuk, mengalami ambruk di bagian atap kayu dan genteng.
Dampaknya, rumah yang dihuni 1 KK dengan 2 jiwa itu, ambruk dibagian ruang tamu, kamar mandi, dan dapur dengan ukuran 6 x 11 meter, tidur,kamar mandi dan dapur dengan ukuran Rumah 6 x 11 meter atau seluas 66 M², ambruk. Rumah ambruk itupun mengancam rumah tetangganya, Jaelani (60) yang dihuni 1 KK dengan 8 jiwa.
Baca juga :
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
- Zakat Fitrah 1447 H di Kabupaten Kuningan Sebesar Rp35 Ribu
- Khutbah Jumat: Membersihkan Diri Sebelum Ramadhan
- Khutbah Jum’at: Lima Persiapan Menyambut Ramadhan
Akibatnya, kamar mandi milik Jaelani, seluas 8M², tertimpa genteng dari rumah Sahroni. Aparat Desa Ancaran berkoordinasi dengan Baznas Kuningan, TNI, Polri, dan BPBD Kuningan. Warga masyarakat hari ini Minggu (1/2), melakukan pembersihan material bangunan yang ambruk.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati di musim penghujan ini.
Sebelumnya, Rabu (21/1/2026), rumah Emak Ida Suidah (62) di Blok Kaliwon RT 01 RW 01 Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan, juga ambruk. Penyebabnya karena kondisi bangunan sudah lapuk dimakan usia ditambah hujan deras yang cukup lama, dari pukuk 14.00 hingga 20.30 WIB, sehari sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, rumah ambruk dipicu oleh hujan lebat yang terjadi pada Rabu (21/1) yang terjadi cukup lama dari pukul 14.00 hingga 20.30 WIB. Hal itu diperparah dengan kondisi bangunan yang sudah lapuk.

Rumah ibu Rukiyah (alm) di Desa Kalapagunung Kecamatan Kramatmulya, ambruk, Jumat (13/1) lalu
“Kondisi bangunan yang memang sudah masuk kategori tidak layak huni dan struktur atap yang lapuk tidak kuat menahan beban air hujan, sehingga mengakibatkan ambruk pada bagian kamar tidur dan dapur,” jelas Indra Bayu Permana, Jumat (23/1/2026).
Kejadian serupa menimpa rumah ibu Rukiyah (alm) yang ditempati oleh Susana (40), seluas 150 M², yang dihuni oleh 1 KK dengan 4 jiwa, termasuk balita 2 tahun.
Peristiwa terjadi pada Jumat (23/1) pukul 10.00 WIB, yang terletak di Dusun Puhun RT 014 RW 03 Desa Kalapa Gunung, Kecamatqan Kramatmulya
Pada hari Jum’at, 23 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB terjadi hujan ringan disertai angin kencang serta kondisi atap rumah yang sudah lapuk mengakibatkan atap rumah bagian ruang tengah ambruk. (Tan)*
