Kuningan, MI.com — Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menyisakan tumpukan sampah yang semakin menggunung di Kota Kuningan dan sekitarnya termasuk wilayah pedesaan di 361 Desa.
Berdasarkan update data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, volume sampah selama Ramadhan hingga pasca lebaran pukul rata produksi sampah mencapai 495 Ton/per-hari. Sementara dari jumlah tersebut, armada truk maksimal hanya 315 Ton yang mengangkut sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Ciniru-Jalaksana.
Ubah TPA menjadi FPST
Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan akan melaksanakan progres transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang akan kita sulap menjadi Fasilitas Pengelolaan Sampah Terpadu.
Baca juga :
- Puncak El Nino Diprediksi Agustus 2026, Kementan Siapkan Strategi
- Jumlah Kelas Menengah RI Turun, Minimnya Ketersediaan Lapangan Pekerjaan
- Ditahan Imbang Persibangga 1-1, Pesik Lolos ke 16 Besar Liga 4 Piala Presiden
- AS-Iran Capai Kesepakatan Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Anjlok
“Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi erat dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan solusi lingkungan yang modern dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan. Kolaborasi ini ujar Dian, merupakan wujud nyata sinergi antara pusat dan daerah,” tutur Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, saat meninjau langsung TPA di Desa Ciniru, Kamis (26/03/2026).

Petugas Kebersihan sedang mengangkut sampah menuju TPA Ciniru, Kecamatan Jalaksana
Misi kita jelas, TPA bukan lagi sekadar tempat penumpukan sampah, melainkan pusat edukasi dan pengelolaan limbah yang bernilai guna.
Dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, kita targetkan pengurangan volume sampah secara signifikan sekaligus menciptakan potensi energi baru. Ini adalah langkah besar untuk memastikan Kuningan tetap asri dan sehat bagi generasi mendatang, selaras dengan semangat Kuningan Melesat, paparnya.
”Terima kasih atas dukungan kementerian terkait yang telah mempercayakan program ini kepada kita. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, karena fasilitas terpadu ini akan bekerja maksimal jika didukung oleh budaya peduli lingkungan dari hulu. Mari kita jaga bumi Kuningan agar tetap hijau dan nyaman untuk anak cucu kita.” ucap dia. (H. Wawan Jr)*
