Kuningan, MI.com  — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung program “Kelompok Disabilitas Berdaya” di Yayasan Antara Graha Berdaya, Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan.

Kunjungan ini merupakan bentuk monitoring dan evaluasi terhadap penyaluran bantuan modal usaha senilai Rp50 juta yang sebelumnya telah dialokasikan oleh BAZNAS RI untuk pengembangan usaha Batik Ciprat oleh kelompok disabilitas mental di yayasan tersebut.

Pimpinan BAZNAS RI yang hadir yakni, Hj. Saidah Sakwan, M.A. dan Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si. Dalam peninjauan itu mereka didampingi pimpinan BAZNAS Kabupaten Kuningan, Ketua H. Yusron Kholid, S.Ag., M.Si., serta parea Wakil Ketua, H. Syarifudin, Lc., M.Pd. Asep Z Fauzi, M.Pd. Adang Romadona, S.Pd.I., M.H.Kes., dan Abdul Jalil Hermawan, M.Ikom.

Baca juga :

Hj. Saidah Sakwan, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pengelola Yayasan Graha Berdaya yang konsisten mendampingi kelompok disabilitas mental agar tetap mandiri dan memiliki harapan masa depan. Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus mengawal program pemberdayaan ini.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Yayasan Graha Berdaya. Ke depan, insyaAllah akan ada program-program lanjutan lainnya dari BAZNAS yang diintegrasikan untuk mendukung penguatan Kelompok Disabilitas di sini agar keberlanjutan ekonomi mereka tetap terjaga,” ujar Saidah.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Tambakbaya, Lukman Mulyadi. Lukman Mulyadi mengungkapkan, bahwa perhatian dari BAZNAS memberikan dampak psikologis dan ekonomi yang sangat besar bagi para warga binaan.

“Selama ini Yayasan Antara Graha Berdaya bertahan lewat semangat gotong royong dan kepedulian dari berbagai pihak yang sifatnya terbatas. Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Kuningan yang telah memberikan kepedulian nyata melalui bantuan modal usaha ini. Ini membuktikan bahwa kelompok disabilitas pun mampu berdaya jika diberikan kesempatan,” tutur Lukman.

Ia mengungkapkan, produk utama yang menjadi fokus pemberdayaan di tempat ini adalah Batik Ciprat. Kain batik khas ini diproduksi langsung oleh para penyandang disabilitas mental (orang dengan gangguan jiwa/ODGJ) yang sedang menjalani masa pemulihan dan pelatihan kemandirian di yayasan.

Yayasan Antara Graha Berdaya Kuningan sendiri merupakan lembaga sosial yang didirikan sejak tahun 2016. Berangkat dari keterbatasan fasilitas dan pendanaan, yayasan ini tetap konsisten memberikan perawatan, pendampingan, serta ruang bagi para ODGJ untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan yang inklusif demi memulihkan martabat individu mereka. (Tan)

By mediaidentitas0@gmail.com

T. Sukartanu, SH. Wartawan Madya dari Dewan Pers Nomor: 8258-PWI/WDya/DP/X/2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *