Kuningan, MI.com — Ribuan warga Kabupaten Kuningan tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit, Sabtu 5 September 2026.
Seba Sapton dan Babarit merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan dipusatkan di depan Pendopo Kabupaten Kuningan. Kegiatan berlangsung meriah apalagi saat Babarit diisi dengan penampilan penari Ida Zipo dari Bandung.
Tak aneh apabila masyarakat antusias menyaksikan rangkaian prosesi yang memadukan tradisi keprajuritan, seni pertunjukan, serta nilai-nilai kebersamaan masyarakat Kuningan.
Baca juga :
- Penggantian Tugu Bola Dunia Disesalkan Banyak Pihak
- Ribuan Warga Kuningan Nikmati Seba Sapton dan Babarit: Ada Ida Zipo
- Hotmix Ruas Jalan Kuningan-Lebakwangi Ditargetkan Rampung Pertengahan Desember
- PWI Jabar Kecam Keras Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja
Plt Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Aries Susandi, S.T., M.Si., melalui Sekretaris Disporapar Ritto Riswanto, SE.Par., M.Par., menjelaskan, Seba Sapton dan Babarit tahun ini mengusung tema “Ajeg Purbawisesa”.
Menurut Ritto, pagelaran tersebut menghadirkan nuansa tradisi keprajuritan dan seni pertunjukan sakral, sekaligus menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Seba Sapton diawali dari area Taman Kota Kuningan diiringi gamelan dari Tim Seni Seba Bhakti Raharja di Pendopo, yang diikuti oleh lima Kademangan,” katanya.
Prosesi dimulai sejak pukul 13.30 WIB dengan Kirab Keprajuritan “Nganjang Ka Pendopo Raja”. Kirab melibatkan para camat yang berperan sebagai Demang bersama kontingen dari masing-masing Kademangan.
Rombongan kirab disambut Pangbage Kanjeng Raja atau Bupati Kuningan, Kanjeng Patih atau Wakil Bupati Kuningan, serta para Gedeng yang terdiri atas Asisten Daerah, Staf Ahli, dan kepala SKPD. Prosesi turut dihadiri unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.]

Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan pusaka Kujang oleh Kepala Disporapar kepada Ketua Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan, Uu Kusmana, S.Sos., M.Si., yang juga Sekda Kuningan selaku Mantri Jero.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan pusaka kerajaan serta pelepasan busur panah oleh Bupati Kuningan sebagai tanda dimulainya rangkaian acara secara resmi. Setelah pembukaan dan pembacaan doa, masyarakat disuguhi persembahan Tari Kolosal Gelar Budaya Seba Sapton “Ajeg Purbawisesa”.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Seba dari lima Kademangan yang mewakili seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Kuningan. Masing-masing Kademangan membawa persembahan dengan ciri khas keprajuritan dan kesenian daerah.
Kademangan Jaya Giri, yang meliputi Kecamatan Sindangagung, Kuningan, Cigugur, Kadugede, Nusaherang, dan Kramatmulya, menampilkan keprajuritan panah serta kesenian Angklung Buncis.
Kademangan Mandala Jaya, meliputi Kecamatan Ciawigebang, Kalimanggis, Garawangi, Maleber, Lebakwangi, dan Cipicung, menampilkan keprajuritan pedang-tameng serta Reog Pencak.
Selanjutnya, Kademangan Bratasana Jaya, yang meliputi Kecamatan Jalaksana, Cigandamekar, Cilimus, Pancalang, Japara, Mandirancan, dan Pasawahan, menampilkan keprajuritan tombak-tameng serta Seni Tari Tombak Wayang.
Kemudian, Kademangan Raksakancana Jaya, meliputi Kecamatan Cidahu, Cibingbin, Cibeureum, Cimahi, Karangkancana, Ciwaru, dan Luragung, menampilkan keprajuritan gada serta Tari Angkol.
Sementara itu, Kademangan Suradipati Jaya, yang meliputi Kecamatan Darma, Cilebak, Subang, Selajambe, Hantara, dan Ciniru, menampilkan keprajuritan Kujang Satia Pusaka Wibawa Nagara serta Tari Rudat.
“Setelah penyerahan hasil Seba, Kanjeng Raja memberikan amanat. Selanjutnya dilaksanakan prosesi Nawur Asih oleh Kanjeng Patih berupa pembagian hasil Seba, tumpeng, dan gunungan sayur kepada masyarakat,” jelas Ritto.

Ida Zipo (kanan) tampil dalam Babarit Hari Jadi ke 528 Kuningan, Sabtu 5 September 2026
Babarit
Prosesi diawali dengan Rajah/Kidung Pembuka, dilanjutkan penampilan tari sakral sebagai simbol Babarit, Tayub Menak, Tepak Soder, Persembahan Tari Kangsreng, hingga Tari Masal.
Rangkaian tradisi budaya tersebut ditutup dengan Murak Tumpeng, yakni makan bersama sebagai bagian dari ungkapan syukur dan ngala berkah. Kegiatan kemudian diakhiri dengan tari bersama yang melibatkan jajaran pejabat, tamu undangan, serta masyarakat Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan pelaksanaan Seba Sapton dan Babarit merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempertahankan tradisi leluhur agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurut Dian, pelaksanaan tahun ini memiliki nuansa berbeda karena prosesi Sapton yang sebelumnya dinikmati para peserta di Lapang Cijoho, kini dipindahkan ke Jalan Siliwangi sehingga dapat disaksikan lebih luas oleh masyarakat.
“Bersama masyarakat kita melaksanakan tradisi tahunan, tradisi tahunan Babarit dan Sapton. Tahun kemarin memang kita tidak selenggarakan karena situasi kondisi yang tidak memungkinkan,” ujar Dian.
Dian menegaskan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi leluhur masih relevan untuk terus dirawat.
“Ini artinya tradisi leluhur dari waktu ke waktu terus kita pertahankan. Mudah-mudahan, seperti yang saya sampaikan tadi, menghormati tradisi dan merawat tradisi ini juga sepertinya merawat masa depan,” ungkapnya.
Ia menilai kegiatan tersebut berpotensi menjadi daya tarik wisata sekaligus menghadirkan ruang interaksi dan kebersamaan masyarakat. “Saya berterima kasih kepada antusiasme masyarakat dan panitia yang telah menggagas kegiatan ini, mungkin dengan segala kekurangannya. Insya Allah mudah-mudahan ini juga menjadi daya tarik wisata,” tuturnya.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian Bupati adalah tradisi berbagi makanan dan makan bersama. Dalam prosesi tersebut, masyarakat mendapatkan sayuran hasil Seba dari masing-masing Kademangan untuk dibawa pulang sebagai bekal.
“Ada hal yang menarik, kita juga tadi membagikan makanan, makan bersama. Walaupun tadi karena ada beda waktu jadi tidak apa-apalah, masyarakat juga menikmati makanan yang kita bagikan. Mereka mendapat sayur dari Kuningan dari masing-masing kerajaannya, sayur itu dibagikan untuk dibawa sebagai bekal ke rumahnya masing-masing,” kata Dian.
Ia mengaku senang melihat masyarakat dapat menikmati perayaan Hari Jadi Kuningan dengan suasana penuh kebahagiaan.
“Saya senang hari ini masyarakat bisa tersenyum bahagia di Hari Ulang Tahun Kuningan, Hari Ulang Tahun kita bersama,” ujarnya. (Tan)*











Leave a Reply