Kuningan, MI.com — Penggantian Tugu “Bola Dunia” di jalan Ir. Soekarno kawasan jalan baru Purwawinangun, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, mengundang polemik di kalangan masyarakat.
Mulai Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzulrachdy, dan Anggota DPRD Provisi Jawa Barat Dudi Pamuji dari Fraksi Golkar, angkat bicara. Begitu pula sejumlah tokoh masyarakat Kuningan menyesalkan penggantian tersebut.
Pasalnya Tugu Bola itu merupakan karya monumental mantan Bupati Kuningan almarhum H.Aang Hamid Suganda, akan digantikan dengan Tugu Kuda.
Ketua DPRD Kuningan Nuzulrachdy, sangat menyesalkan penggantian Tugu Bola Dunia tersebut. Hal ini mengundang kekecewaan publik, karena Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar tidak menghargai karya pendahulu sekaligus menghilangkan sejarah.
Kalau memang punya gagasan membangun tugu baru, kenapa tidak ditempat lain saja. Jangan memugar tugu yang sudah ada lalu diganti dengan yang lain, tegas Zul.
Baca juga :
- Penggantian Tugu Bola Dunia Disesalkan Banyak Pihak
- Ribuan Warga Kuningan Nikmati Seba Sapton dan Babarit: Ada Ida Zipo
- Hotmix Ruas Jalan Kuningan-Lebakwangi Ditargetkan Rampung Pertengahan Desember
- PWI Jabar Kecam Keras Oknum Wartawan Ngamuk di SDN 2 Sukaraja
Komentar senada disampaikan Dudi Pamuji. “Jika mau membangun tugu Kuda sebaiknya di lokasi lain dengan design yang bagus, seperti tugu Pangeran Diponogoro sedang naik Kuda,” kata Dudi Pamuji Minggu (6/9/2026).
Penyesalan serupa dilontarkan salah seorang musisi Kuningan Heri Purnama (59). Pemugaran Tugu monumental tersebut seharusnya tidak dilakukan, tapi harus dijaga, dipelihara dan dilestarikan keberadaannya, karena memiliki filosofi tersendiri.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan penataan kawasan koridor Jalan Ir. Soekarno, mencakup peningkatan kualitas jalan, penataan trotoar, hingga rehabilitasi bundaran persimpangan. Dalam penataan tersebut, Tugu Bola Dunia yang berada di persimpangan jalan diubah dengan Tugu Patung Kuda.
Menanggapi reaksi publik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Ir. I. Putu Bagiasna, MT., menyampaikan, bahwa koridor Jalan Ir. Soekarno merupakan akses utama menuju kawasan pusat pemerintahan, seperti Kantor Bupati dan Sekretariat Daerah.
Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya penataan kawasan agar lebih rapi dan tertata. “Penataan bundaran persimpangan ini dilakukan untuk merehabilitasi kondisi Tugu Bola Dunia yang sebelumnya kurang terawat dan kumuh, sekaligus untuk memperlebar ruang jalan serta mengoptimalkan radius tikungan,” ujar Putu Bagiasna.
Putu menjelaskan, perubahan Tugu Bola Dunia menjadi Tugu Patung Kuda, bukan sekadar pergantian bentuk fisik semata. Langkah ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah serta menyelaraskan dengan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Kuningan (2025–2029), yaitu “Kuningan Melesat Tahun 2029”.
“Ikon Kuda merupakan simbol identitas Kabupaten Kuningan yang perlu ditampilkan di ruang publik strategis. Kami menilai perubahan tugu memiliki nilai ciri khas dan mencerminkan semangat pembangunan Kuningan ke depan. (H. Wawan Jr)*









Leave a Reply