Kuningan, MI.com — Kebakaran kembali melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Setelah sempat ditangani sejak awal pekan, titik api kembali muncul di Blok Jalan Maling, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Jumat, 11 September 2026.
Laporan BPBD Kabupaten Kuningan menyebut titik api kembali terdeteksi sekitar pukul 11.45 WIB. Hingga sore, asap pekat masih terlihat membubung dari lereng gunung yang sebelumnya juga terbakar.
Area yang terdampak kebakaran sementara diperkirakan mencapai sekitar 40 hektare. Namun, angka tersebut masih akan dipetakan kembali oleh pihak TNGC karena kebakaran terjadi di sejumlah blok dengan kondisi medan yang cukup sulit.
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, membenarkan kebakaran kembali terjadi di lokasi yang berdekatan dengan area terbakar beberapa hari sebelumnya. “Iya masih di sekitar areal yang terbakar kemarin,” kata Eska.
- Hj. Tuti Rusilawati: Jaga Kemabruran Haji Sepanjang Hayat
- Peringati Maulid Nabi: Heyoka Creative gelar Aksi Sosial bersama Anak Yatim di Cirendang
- Kawasan TNGC Kembali Membara, Api Muncul di Jalur Jalan Maling
- Kelapa Genjah Kuningan Tembus 550 Hektare, Jadi “Tabungan Masa Depan” Petani
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menjelaskan, setelah menerima laporan dari TNGC, petugas langsung melakukan penanganan setelah muncul kembali kepulan asap dan titik api. “Ini lokasinya di Jalan Maling ke arah Erpah. Saat ini masih dalam proses penanganan baik asap ataupun titik api,” ujar Indra Bayu.
Pemadaman tidak dilakukan dengan satu metode. Petugas harus membawa suplai air secara estafet ke titik-titik yang sulit dijangkau.
Tandon air disiapkan untuk mendukung penyemprotan, sementara sejumlah personel melakukan penyekatan agar api tidak merambat ke area lain. Tim gabungan yang turun ke lapangan terdiri dari personel TNGC, Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Kuningan, BPBD Kabupaten Cirebon, Forkopimcam Pasawahan, PMI, Masyarakat Peduli Api (MPA), aparat desa, hingga warga.
Baca juga :
Petugas juga menggunakan jetshooter, mesin pompa, kendaraan double gardan atau Sukoy milik TNGC, serta water tank berkapasitas 5.000 liter. Indra Bayu menambahka, bahwa penanganan kali ini menjadi lebih serius karena titik api muncul kembali di kawasan yang sebelumnya sudah ditangani. “Untuk lokasi kejadian masih di area yang kemarin, Blok Jalan Maling,” kata dia.
Sebelumnya, kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin, 7 Setember 2026. Saat itu kepulan asap terlihat dari Blok Cileutik sebelum merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa.
Penanganan dilakukan selama beberapa hari hingga Rabu, 9 September 2026, termasuk dengan peninjauan langsung Bupati Kuningan bersama unsur Forkopimda. Namun, bara yang tersisa diduga masih memerlukan pemantauan lebih lanjut sehingga kembali ditemukan kepulan asap pada Jumat (11/9).
Kondisi cuaca turut menjadi perhatian petugas. Pada Jumat, cuaca di kawasan tersebut cerah dengan kecepatan angin sekitar 12-18 kilometer per jam dari arah selatan menuju utara.
Untuk memastikan api benar-benar padam, pemantauan dilakukan menggunakan drone dan penyisiran langsung oleh petugas di lapangan. “Pemantauan dilakukan menggunana drone, dan konvensional langsung ke titik yang diindikasikan masih ada kepulan asap,” ujar Indra.
Hingga pukul 20.00 WIB, titik api dilaporkan sudah tidak terlihat. Meski demikian, petugas belum meninggalkan lokasi.
Penyekatan dan pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD Kuningan bersama unsur terkait masih menyiagakan personel, peralatan pemadaman, dan logistik di kawasan Gunung Ciremai. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api di area tersebut. (Tan)*











Leave a Reply