Jakarta, MI.com — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/9/2026), untuk membahas rencana penerapan pendidikan gratis di satuan pendidikan negeri, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri (PTN).
Rapat terbatas tersebut merupakan tindak lanjut arahan Prabowo terkait perluasan akses pendidikan negeri gratis. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelumnya menyebut ratas secara khusus membahas langkah yang dapat ditempuh pemerintah untuk mewujudkan pendidikan negeri gratis dari SD hingga PTN.
Pantauan Beritasatu.com, para menteri mulai berdatangan ke Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.50 WIB. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjadi pejabat pertama yang tiba.
Sejumlah menteri lainnya yang menghadiri ratas tersebut yakni Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Kemudian, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini.
Baca juga :
- Prabowo Bahas Pendidikan Gratis hingga PTN di Istana
- Kampus Bersih Narkoba! 472 Mahasiswa Baru Jalur Reguler Uniku Terbukti Negatif Tes Urine
- Bunda Ika Ajak Warga Manfaatkan Lahan Pekarangan
- King Kobra 3,5 Meter Sembunyi di Bawah Lemari Pesantren, Berhasil Dievakuasi Damkar Kuningan
Skema Pendidikan Gratis Masih Dikaji
Menko PMK Pratikno mengatakan ratas membahas sejumlah terobosan Presiden Prabowo dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk rencana memperluas akses pendidikan melalui program pendidikan gratis. Namun, Pratikno belum membeberkan skema pembiayaan maupun waktu implementasi program tersebut.“Jadi banyak sekali program-program beliau, terobosan luar biasa di bidang pendidikan. Jadi kami dipanggil ratas, nanti bersama menteri lain,” ujar Pratikno.
Sementara itu, Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan pemerintah masih menghitung sejumlah opsi penerapan pendidikan gratis, khususnya untuk pendidikan tinggi sesuai arahan Presiden Prabowo.
Menurut Brian, Prabowo memiliki keinginan kuat meningkatkan investasi pemerintah di sektor pendidikan. Karena itu, pemerintah membahas skema, tahapan, dan cakupan penerapan program tersebut.
“Kita melihat ini keinginan presiden sangat kuat ingin menginvestasikan pada pendidikan. Nah, ini yang kami sedang lakukan hitungan-hitungan, makanya hari ini ada rapat untuk membicarakan skema-skema, tahapan-tahapan, dan lain-lainnya,” ujarnya.
Brian mengatakan kebutuhan anggaran pendidikan gratis belum dapat ditentukan karena masih bergantung pada cakupan program yang nantinya disepakati pemerintah. Pemerintah juga mempertimbangkan sejumlah skenario, termasuk penerapan pendidikan gratis bagi seluruh siswa atau mahasiswa, penerapan bertahap di PTN, hingga prioritas berdasarkan kelompok penerima.
“Ada beberapa hitungan-hitungan, bisa semua siswa, bisa PTN, kemudian bisa barangkali tahapannya seperti apa, atau yang mahasiswa baru dulu, atau yang desil 4 dulu,” kata Brian.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebelumnya juga telah mengkaji kebutuhan pembiayaan mahasiswa di seluruh PTN sebagai dasar untuk menghitung kebutuhan anggaran dan berbagai kemungkinan skema pendidikan tinggi gratis. Brian mengatakan Presiden Prabowo menginginkan program pendidikan gratis dapat direalisasikan sesegera mungkin.
Namun, pemerintah masih harus menghitung seluruh opsi sebelum menentukan skema yang akan diterapkan. Perhitungan tersebut mencakup cakupan penerima, tahapan pelaksanaan, serta kemampuan fiskal dan ruang anggaran pemerintah. (Beritasatu.com)










Leave a Reply