Kuningan, MI.com — Kabupaten Kuningan terus berupaya melaksanakan kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara serentak dalam upaya pengaman produksi padi dari ancaman organisma pengganggu tumbuhan (OPT).
Salah satunya dilaksananakan di Kelompok Tani Jaya Kelurahan/Kecamatan Kuningan, Jumat (2/10/2026) pagi, sabagai langkah stratergis untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pengendalian hama terpadu (PHT) terutama serangan tikus.
Gerdal dilakukan sebagai respos serangan penggerek batang padi (PBP) yang terindikasi pada area seluas 15 hektar. Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, Kepala UPTD Pertanian Kuningan, Penyuluh Pertanian, Lurah Kuningan Edi Rohaedi, SE, dan para Ketua Poktan Tani Jaya Diding Rospidi serta anggotanya.
Baca juga :
- Bupati Kuningan Dorong Percepatan Revitalisasi SDN 3 Cihirup yang Ambruk
- Pengendalian OPT Sangat Penting untuk Mengamankan Produksi Padi
- Berkat Swadaya Masyarakat, Pemdes Cimulya Bisa Membangun Insfrastruktur
- Tragis! Kandang Ayam Pedaging di Desa Cikandang Ludes Dilalap Api
Kadiskatan Kuningan, Wahyu Hidayah menjelaskan, bahwa untuk penanganan serangan tikus dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan memberikan obat pada jalur lintasan tikus, atau bisa juga dengan cara alami yakni memelihara burung hantu.
Pengendalian hama harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama pada hamparan yang cukup luas, serta dilakukan secara berkesinambungan hingga populasi hama benar-benar terkendali.

Pemberian obat pembasmi tikus di pematang sawah area melintas tikus di persawahan Kelurahan Kuningan, Kecamatan Kuningan, Jumat (2/10/2026)
Tanaman padi yang menjadi sasaran pengamatan terdiri atas berbagai varietas, di antaranya Inpari, Mapan P05, dan varietas lokal dengan umur tanaman 30 hingga 40 hari setelah tanam. Selain pengendalian menggunakan insektisida berbahan aktif dimehipo, upaya pengamanan tanaman juga didukung oleh keberadaan musuh alami seperti Lycosa sp. dan Paederus sp. yang berperan penting dalam menekan populasi hama secara alami.
Ia menegaskan, bahwa Pengendalian Hama Terpadu harus menjadi fondasi utama dalam sistem perlindungan tanaman yang berkelanjutan. “Pengendalian tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan kimiawi. Kita harus mengedepankan prinsip PHT yang memadukan pengamatan lapangan, pemanfaatan musuh alami, pengelolaan agroekosistem, serta intervensi yang tepat sasaran. Dengan cara itulah produktivitas pertanian dapat terjaga secara berkelanjutan,” tegasnya.
Lurah Kuningan Edi Rohaedi mengucapkan terima kasih atas fast respon dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, sehingga diharapkan hama tkus dapat terkendali dan petani bisa mendapatkan hasil panen padi yang maksimal. (Tan)











Leave a Reply