Kuningan, MI.com — Pada Senin (10/11/2025) sore terjadi hujan dengan intensitas hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan menyebabkan jembatan Cipedak yang menghubungkan Desa Ciniru – Desa Cijemit Kecamatan Ciniru, terancam ambruk.
Penyebabnya karena adanya sodetan Sungai Cipedak di wilayah Desa Cijemit, ditambah terjadi hujan deras. Akibatnya tak hanya Jembatan Cipedak yang menghubungkan Desa Ciniru dan Desa Cijemit, tetapi Anak Sungai Cimaung Sungai Cipedak di Dusun Porang Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, juga terancam ambruk.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, karena terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, Senin (10/11) dari pukul 14.00 hinga 17.40 WIB, mengakibatkan Jembatan Cimaung di Dusun Porang RT 05 RW 10, Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, terancam ambruk.
Ia menyebutkan kondisi itu membuat debit air Sungai Cimaung meningkat tajam, menggerus bagian bawah jembatan hingga menyebabkan longsoran pada pondasi TPT berukuran panjang 5 meter, tinggi 3 meter, dan lebar 2 meter.
Baca juga :
- Bulog dan Pemda Kuningan Sinergi Amankan Serapan Gabah Petani
- Diskatan Kuningan: Semprot Hama Padi Menggunakan Drone Lebih Murah dan Cepat
- Ini Daftar Capim BAZNAS Kuningan periode 2026–2031: Mulai Petahana hingga Mantan Ketua KPU
“TPT penyangga jembatan penghubung Dusun Porang ke Dusun Harjamukti longsor terkikis anak Sungai Cimaung Sungai Cipedak sehingga jembatan penghubung berpotensi ambruk. Untuk sementara warga Dusun Harjamukti tidak bisa melintas,” ujar Indra, Senin (11/11/2025).
Upaya penanganan darurat pun telah dilakukan BPBD bersama aparat desa, TNI, dan Polri untuk melakukan peninjauan lokasi. Dan kini lokasi tersebut membutuhkan sebuah bronjong untuk pencegahan longsor susulan.
BPBD Kuningan menghimbau warga sekitar agar waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai.

Jembatan Cipedak yang menghubungkan Desa Ciniru – Cijemit Kecamatan Ciniru, dihantam abrasi, karena arus deras, disebabkan hujan lebat dan sebelumnya ada sodetan Sungai Cipedak di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru beberapa waktu lalu
Sebelumnya, Jembatan Cijemit yang menghubungkan Desa Ciniru – Desa Cijemit, kembali abrasi mengakibatkan jembatan terancam ambruk. Kronologisnya, pada Senin (10/11) terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dari pukul 14.30 hingga 20.00 WIB. Kondisi ini menyebabkan debit Sungai Cipedak meningkat dan menggerus tiang jembatan.
“Jembatan ukuran sepanjang 43 meter, tinggi 12 meter dengan lebar 4 meter penghubung antara Desa Ciniru – Desa Cijemit, ke Desa Gunungmanik, dan Desa Pinara, penyangga jembatan mengalami penurunan 30 centimeter terkikis aliran sungai Cipedak. Mengakibatkan jembatan mengalami retakan dan terancam ambruk,” ujar Indra, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, kondisi jembatan tersebut saat ini cukup mengkhawatirkan dan untuk sementara tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. “Untuk sementara kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa melintas dari Desa Cijemit, Desa Gunungmanik dan Desa Pinara,” tambahnya.
Menindaklanjuti hal itu, BPBD Kuningan bersama aparat desa, TNI, POLRI, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) melakukan penanganan darurat dengan meninjau kondisi jembatan dan memastikan keamanan.
“Aparat desa dibantu masyarakat memasang rambu-rambu dari bambu untuk sementara menutup jembatan,” tuturnya.
BPBD Kuningan juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan menghindari area sekitar jembatan demi keselamatan. “Kami menghimbau agar masyarakat berhati-hati dalam beraktifitas agar tidak terjadi musibah atau hal-hal yang tidak di inginkan,” pungkasnya. (Tan)**
